Pixel Codejatimnow.com

Bupati Trenggalek Turut Berduka dan Mohon Maaf pada Keluarga Korban Kericuhan Pencak Silat di Taiwan

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Bramanta Pamungkas
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. (Foto: Prokopim Trenggalek)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. (Foto: Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Insiden bentrok antar-perguruan pencak silat di Taiwan yang menewaskan warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek membuat Bupati Mochamad Nur Arifin prihatin.

Bupati yang biasa disapa Mas Ipin ini menyangkan terjadinya peristiwa tersebut. Terlebih salah satu warganya yang menjadi PMI menjadi korban dalam kejadian ini.

Mas Ipin menyampaikan rasa duka mendalam kepada warga Trenggalek yang menjadi korban meninggal dalam insiden naas tersebut. Serta berharap kejadian tersebut menjadi kasus terakhir yang melibatkan perguruan pencak silat, baik di Trenggalek, Indonesia bahkan di luar negeri.

Tak hanya itu Mas Ipin juga meminta maaf atas kericuhan antar perguruan pencak silat di Taiwan.

"Jadi saya mohon maaf ada warga Trenggalek yang terlibat dalam kericuhan antar perguruan pencak silat di Taiwan," ujarnya, Sabtu (9/9/2023).

Kericuhan tersebut sebenarnya dipicu atas permasalahan pribadi yang dibawa kepada kelompok sebagai wujud solidaritas. Mirisnya peristiwa itu terjadi di negara orang lain.

Baca juga:
Bupati Trenggalek Mas Ipin Ikut Nyadran di Dam Bagong, Ini Maknanya

Menurut Mas Ipin tidak ada kebanggan mengikuti sebuah kelompok jika menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Mengikuti suatu kelompok tidak ada kebanggan yang terhormat jika menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Karena kebanggan yang terhormat adalah mampu memberikan kehidupan bagi orang lain," tuturnya.

Mas Ipin juga berjanji membantu memulangkan jenazah korban yang saat ini masih berada di Taiwan. Proses pemulangan akan berjalan sesuai dengan prosedur.

Baca juga:
Bupati Trenggalek Ajak Finalis Putri Otonomi Indonesia Jaga Ekosistem

Pihak Pemkab Trenggalek sendiri sebenarnya sudah sering memberikan fasilitas kepada kelompok perguruan pencak silat. Seperti membangun kerukunan dan memberikan pemahaman wawasan kebangsaan.

"Kami sudah sering menyampaikan kepada mereka bahwa jangan membawa urusan pribadi kepada kelompok. Dan saya berharap kasus ini menjadi yang terakhir," pungkasnya.