Pixel Code jatimnow.com

Polisi Selidiki Kematian Petinju Porprov Jatim 2023 asal Bondowoso

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Yanuar Dedy
Ilustrasi. Sarung tinju. (Foto: Prateek Katyal/unsplash)
Ilustrasi. Sarung tinju. (Foto: Prateek Katyal/unsplash)

jatimnow.com - Polres Jombang turun tangan menyelidiki peristiwa meninggalnya Farhat Mika Rahel Riyanto (15), atlet tinju asal Bondowoso dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VIII/2023. Saat ini polisi masih mengumpulkan bukti-bukti.

"Saat ini kita masih melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait kejadian itu, untuk penyelidikan," kata Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto, Selasa (12/9/2023).

Aldo mengatakan, salah satu keterangan yang diambil polisi antara lain dari pihak rumah sakit yang sempat melakukan perawatan terhadap korban. Dari pihak rumah sakit ini lah, nantinya polisi akan mendapatkan keterangan terkait dengan penyebab kematiannya.

"Kita mengumpulkan keterangan dari pihak rumah sakit terkait dengan penyebab kematian korban," ujarnya.

Baca juga:
Sopir Bus SMP PGRI Wonosari Malang Ditetapkan Tersangka, Ini Dasarnya

Selain dari rumah sakit, Aldo mengaku juga akan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang dianggap kompeten atas kejadian tersebut. Namun, pihaknya enggan merinci siapa saja pihak itu.

"Yang jelas kita akan meminta keterangan dari sejumlah pihak. Siapa saja, itu nanti ya," katanya.

Baca juga:
Fakta Baru Mayat Mutilasi di Jombang, Seluruh Isi Perut Hilang

Seperti diketahui, Farhat Mika Rahel Riyanto, atlet tinju asal Bondowoso meninggal usai bertanding melawan I Putu Nandikeswara asal Kabupaten Blitar di auditorium Universitas Darul Ulum Jombang, pada Senin (11/9/2023).

Farhat dinyatakan meninggal pada Selasa (12/9/2023) dini hari, setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Jombang. Dalam kejadian tersebut, Farhat didiagnosa mengalami pendarahan di otak.

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen
Ekonomi

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen

"Peti kemas internasional tumbuh sekitar 5,76 persen jika dibandingkan dengan semester 1 tahun 2023 dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 6 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” jelas Widyaswendra.