jatimnow.com
Harga Jual Tembakau di Probolinggo Tinggi, Mengapa?

Tanaman tembakau di Probolinggo

jatinnow.com - Saat ini petani tembakau di Kabupaten Probolinggo mulai panen tanamannya. Bahkan, dengan berkurangnya area tanam tahun ini berdampak pada harga  jual tembakau melejit dan cenderung tinggi.

Berdasarkan data area tanam tembakau Kabupaten Probolinggo tahun 2018 ditargetkan mencapai 10.774 herktare di beberapa kecamatan. Namun yang terealisasi hanyalah 9000 hektare saja. 

"Jadi dengan berkurangnya lahan tanam sangat berdampak kepada mahalnya harga jual tembakau petani," kata ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Mudakkir, Rabu (29/8/2018).

Bahkan harga jual tembakau di kalangan petani untuk panen pertama daun tembakau berkisar Rp.37 ribu dalam perkilogramnya. "Bisa saja harga ini akan terus meningkat.Bahkan diperkirakan dalam perkilogramnya bisa mencapai Rp.45 ribu perkilogramnya untuk panen raya kedua," jelasnya.

Sementara itu, Saifullah (32)  salah satu petani tembakau asal Desa Rawan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo mengatakan, saat ini petani tembakau  di daerahnya memang sudah mulai memanen daun tembakaunya.

Namun sebelum dijual, daun tembakau yang dipanen  dari sawah harus melewati proses pengerjaan dulu.

"Pemetikan daun, peradangan dan penjemuran. Baru selepas itu tembakau siap dipasarkan," ujarnya.

Saifullah juga mengatakan,  untuk panen daun tembakau paling bawah harganya memang sangat mahal saat ini. Dengan kondisi ini petani sangat diuntungkan. 

"Semoga hasil tembakau yang dimiliki petani bisa memperoleh keuntungan dan bisa membawa kesuksesan untuk petani," ungkapnya.

Dia juga mengatakan dengan adanya panen tembakau, tingkat upah buruh di  desanya mengalami peningkatan. Karena banyak warga yang menerima upah petik dan upah rajang.

"Jadi ongkos yang saya keluarkan dalam satu kali panen daun tembakau mengeluarkan biaya sebesar Rp 500 ribu. Namun tingginya harga jual terhitung petani masih sangat diuntungkan untuk mendapatkan hasil,"  tegasnya.

Loading...

Reporter: Mahfud Hidayatullah
Editor: Erwin Yohanes

Berita Terkait