Miris, Bayi Umur 23 Bulan di Ponorogo Tertular HIV/AIDS

Editor: Erwin Yohanes / Reporter: Mita Kusuma

dr Wiwiek Widiyastutik

jatimnow.com - Penderita HIV/AIDS di Ponorogo tidak mengenal usia. Bahkan dari data di RSUD Dr. Hardjono, total pasien yang positif mengidap penyakit berbahaya itu mencapai 261 penderita pada dua tahun terakhir.

Bahkan, yang cukup mengejutkan, dari 261 orang tersebut, 1 diantaranya bayi yang masih berumur 23 bulan. "Dari ratusan itu, ada 1 bayi," kata dr Wiwiek Widiyastutik, salah satu dokter di Voluntary Consulting Testimoni (VCT) di RSUD dr Harjono, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, bayi yang belum genap dua tahun itu tertular oleh ibunya. Hal itu tidak bisa dihindari, apalagi jika sang ibu tidak memeriksakan sedini mungkin.

Ia menjelaskan, pihaknya berusaha memutuskan mata rantai dengan jalan mendeteksi ibu hamil. ‘’Pada proses persalinan yang rentan tertular. Karena virus tersebut tidak dapat menembus placenta,’’ sambungnya.

Ia mengatakan, ibu bayi penderita HIV/AIDS yang mendapat antiretroviral (ARV) kurang dari enam bulan harus menjalani caesar saat melahirkan. Sementara ibu bayi yang mendapat ARV lebih dari enam bulan dibebaskan untuk memilih. ‘’Tapi dengan catatan tanpa indikasi caesar,’’ ungkapnya.

Dokter Wiwiek menjelaskan, virus mematikan itu dapat menular melalui air susu Ibu (ASI). Dia membeberkan prosentase penularan berkisar antara 5 hingga 15 persen. Oleh karena itu dia menyarankan bagi ibu penderita HIV/AIDS tidak memberikan ASI kepada bayinya.

‘’Untuk menanggalungi resiko penularan kepada si bayi. Termasuk ibu jabang bayi yang positif ini. Sudah saya larang juga," imbuhnya.

Indikasi ibu hamil positif HIV/AIDS dapat diketahui ketika menjalani pemeriksaan di puskesmas. Dari hasil pemeriksaan itulah dikirim ke RSUD setempat untuk selanjutnya dikirim ke Surabaya.

Hasilnya baru dapat diketahui setelah dua bulan. ‘’Kami harus menunggu dan apalagi tidak bisa seenaknya menjustice orang itu positif tanpa melalui pemeriksaan,’’ tandasnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh warga untuk tidak segan memeriksakan secara dini. Upaya itu ditempuh untuk mencegah virus menyebar dan berkembang. Sebelum terlambat, lanjut dia, lebih baik memeriksakan diri.

‘’Gak usah malu dan gak usah takut. Karena virus itu hanya dapat diperangi dengan ARV. Meskipun saat ini sayangnya belum ada obatnya,’’ pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter