Pixel Codejatimnow.com

Kisah Polisi Tulungagung Temukan ODGJ Terpisah 11 Tahun dari Keluarganya di Banyuwangi

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Bramanta Pamungkas
Polisi saat mengantarkan Sanusi kembali ke keluarga. (Foto: Polres Tulungagung)
Polisi saat mengantarkan Sanusi kembali ke keluarga. (Foto: Polres Tulungagung)

jatimnow.com - Aipda Oktafrian Witdiantoro, Bhabinkamtibmas Polsek Gondang, Kabupaten Tulungagung berhasil mengembalikan seorang ODGJ kepada keluarganya yang sudah terpisah 11 tahun.

ODGJ bernama Sanusi (38) warga Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi tersebut kini sudah berada di tengah keluargnya. Sanusi ditemukan pingsan dan sempat medapat perawatan di rumah sakit Tulungagung. Namun berkat kegigihan Oktafrian, Sanusi bisa kembali ke keluarganya.

Oktafrian menuturkan, awalnya mendapatkan informasi adanya seorang ODGJ yang pingsan di wilayah Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung pada 16 Oktober lalu.

ODGJ yang saat itu belum diketahui namanya ini kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Setelah dirawat kondisinya berangsur membaik namun belum ditemukan identitasnya.

"Kebetulan saya bersama beberapa teman mengelola rumah singgah untuk ODGJ, selanjutnya yang bersangkutan kita bawa ke RSJ Menur," ujarnya, Rabu (29/11/2023).

Saat menjalani perawatan, ODGJ ini mengaku bernama Joshu,anak dari Sahawi warga Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Namun saat dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek tidak ditemukan nama Joshua di desa tersebut.

Oktafrian berinisiatif membawa ke Dispendukcapil untuk dilakukan sidik jari. Meskipun begitu identitas ODGJ ini ternyata belum terdaftar dalam sistem.

"Mungkin yang bersangkutan juga belum melakukan perekaman data untuk E KTP," tuturnya.

Baca juga:
Hasil Pemeriksaan Pelajar dalam Video Vulgar Pelajar di Tulungagung

Identitas ODGJ ini bisa terungkap setelah dilakukan perawatan di rumah singgah selama beberapa hari. ODGJ ini mengaku bernama Sanusi. Oktafrian lalu merekam video pengakuan ini dan mengunggah di medsos.

Oktafrian juga berkoordinasi dengan Polsek Glenmore terkait pengakuan ini. Setelah itu pihak keluarga mendatangi Polsek Glenmore mengklarifikasi bahwa Sanusi benar merupakan anggota keluarganya yang hilang 11 tahun lalu.

"Hal ini diperkuat dengan pengakuan keluarga jika Sanusi memiliki tato di dada sebelah kiri dan ternyata tatonya memang ada," imbuhnya.

Oktafrian bersama tim lalu mengantarkan Sanusi pulang dan bertemu dengan orang tuanya. Suasana haru sangat terasa saat mereka bertemu.

Baca juga:
Kronologis Ibu di Tulungagung Cekoki Racun Anaknya

Dari pengakuan orang tuanya, sejak lulus SD, Sanusi diajak bekerja di Sumatera oleh saudaranya. Selama 6 tahun Sanusi dipulangkan karena terindikasi mengalami gangguan kejiwaan. Pihak keluarga lalu membawanya berobat ke RS Lawang.

Setelah sembuh Sanusi sempat bekerja di Bali selama 8 bulan dan kembali pulang karena mengeluh sakit gigi. Sempat dirumah selama tiga bulan, Sanusi menghilang hingga ditemukan di Tulungagung.

"Terakhir pulang sekitar tahun 2012 lalu dan alhamdulilah kini bisa kembali lagi ke keluarganya," pungkasnya.