Pixel Codejatimnow.com

Lapas Kediri Ajari Warga Binaan Melinting Rokok

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Yanuar Dedy
Pelatihan linting rokok warga binaan Lapas Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pelatihan linting rokok warga binaan Lapas Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri ajari warga binaan melinting rokok, Kamis (21/12/2023). Pelatihan ini untuk bekal keterampilan mereka ketika bebas nanti.

Ada 50 warga binaan mengikuti program keterampilan tahap awal ini. Nantinya pelatihan akan digelar beberapa hari sampai mereka benar-benar terampil. Selanjutnya mereka diharapkan bisa transfer ilmu ke narapidana lainnya.

Kepala Lapas Kediri Hanafi, mengatakan ini merupakan bagian dari program pembinaan keterampilan untuk warga binaan. Mereka bekerja sama dengan bea cukai dan perusahaan rokok di Kediri untuk memberikan pelatihan ini.

"Kita bekerja sama dengan perusahaan rokok Dua Dewi, mereka siap mengajari warga binaan sampai fasih. Selanjutnya mereka yang transfer ilmu ke warga binaan lain," kata Hanafi.

Baca juga:
50 Narapidana Lapas Kediri Tak Bisa Mencoblos Dalam Penjara

Lebih lanjut, menurut Hanafi, selain Gudang Garam banyak pabrik-pabrik rokok SKT tumbuh di Kediri dan wilayah sekitar seperti Tulungagung yang terus membutuhkan tenaga kerja. Sehingga, diharapkan nantinya jika mereka bebas, mereka bisa bekerja di pabrik-pabrik rokok tersebut.

Senada dengan Hanafi, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit bahkan berharap mereka bisa tumbuh sebagai pengusaha baru yang sukses di industri rokok.

Baca juga:
Mengintip Aktivitas Petugas Siapkan Makanan untuk Penghuni di Dapur Lapas Kediri

"Suatu saat mereka bisa mandiri. Semua ini punya potensi mengingat di Kota Kediri kan industri rokoknya banyak sekali. Kita harapkan dengan ini muncul pengusaha-pengusaha baru, pengusaha UMKM dan lain-lain yang bisa sukses di industri rokok," tandasnya.

Dalam pelatihan ini, peserta yang mayoritas perempuan tersebut cukup antusias mengikuti instruksi pelatih. Meski masih ragu dalam menarik tuas alat linting berupa kayu itu, karya mereka cukup bagus bahkan dalam 1-2 kali percobaan saja.