Pixel Codejatimnow.com

Kembali Buka, Warga Minta Komitmen SPBU Tempurejo Kediri soal Normalisasi dan Kompensasi

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Yanuar Dedy
Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Mutakin di rumah warga Tempurejo. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Mutakin di rumah warga Tempurejo. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tempurejo di dekat kawasan pemukiman warga Lingkungan Kresek RT 05 RW 02, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, akan kembali buka.

Rencana dibukanya kembali SPBU 54.641.35 yang tutup sejak polemik pencemaran sumur, pada Agustus lalu itu disampaikan Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Mutakin dalam pertemuan bersama warga, Sabtu (30/12/2023).

Pertamina, perwakilan SPBU, PDAM, dan perangkat daerah setempat hadir dalam pertemuan itu.

Imam Mutakin mengatakan, rencananya SPBU Tempurejo ini akan kembali buka besok atau lusa setelah proses pengiriman BBM yang dilakukan hari ini.

“Jadi pengajuannya sudah, nanti malam kemungkinan akan dikirim, mungkin besok atau lusa sudah bisa beroperasi,” kata Imam, Sabtu (30/12/2023) usai pertemuan.

Imam memastikan warga setuju dan mendukung pembukaan kembali SPBU ini. Namun, mereka meminta agar SPBU benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan normalisasi dan tetap memberikan kompensasi hingga semuanya kembali normal.

“Pada prinsipnya sepanjang nanti terkait dengan normalisasi, kompensasi tetap berjalan sampai semuanya normal, mereka tetap mendukung karena mereka juga kesulitan ketika membutuhkan BBM, baik itu untuk pertanian atau transportasi,” jelasnya.

Saat ini proses normalisasi sumur warga tengah berlangsung. Proses ini ditargetkan akan selesai pada Februari 2024.

Baca juga:
Cara 'Delivery Order' Saat Kehabisan BBM di Tengah Jalan

“Dari ITS menargetkan (normalisasi) 3 bulan dari awal Desember kemarin, jadi nanti Februari targetnya sudah normal,” tambahnya.

Sejauh ini dari 5 sumur yang kembali diambil sampel, 2 di antaranya sudah normal dan tidak ditemukan kandungan total petroleum hydrocarbon (TPH).

“Dari 5 sampel sumur, 2 sudah oke, 3 sumur masih ada kandungan TPH-nya,” tandasnya.

Salah satu warga, Semi mengaku saat ini sumurnya belum kembali normal. Namun ia tidak mempermasalahkan SPBU kembali buka selama proses normalisasi dan kompensasi ini tetap dijalankan.

Baca juga:
Warga Tikung Lamongan Numpang Mandi di Kantor, Sumure Garing Lur!

“Yang penting air tandon itu lancar, air sumur saya kembali bersih tidak berbau, tidak apa-apa itu buka,” kata Semi.

Sebelumnya, sejumlah sumur warga di Lingkungan Kresek RT 05 RW 02 yang sumurnya mengalami pencemaran. Air di sumur warga ini kotor dan bau.

Pertamina menemukan keretakan yang menyebabkan kebocoran kecil pada pipa Pertamax di SPBU Tempurejo, Kota Kediri tersebut berdasarkan uji dari Envilab.

Hasil tes dari tim independen bersertifikasi Dirjen Migas itu menunjukkan adanya penurunan tekanan yang mengindikasikan adanya keretakan dan bocor kecil pada pipa Pertamax tersebut.