Pixel Codejatimnow.com

3.000 Butir Pil Obat Batuk di Sumenep Dijadikan Bahan Miras Oplosan, Bahaya Tenan Iki!

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Fathor Rahman
Polres Sumenep saat menyampaikan hasil penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan obat-obatan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Polres Sumenep saat menyampaikan hasil penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan obat-obatan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 3.000 pil obat batuk disita oleh polisi. Ribuan pil batuk tersebut disalahgunakan sebagai bahan minuman keras (miras) oplosan.

Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko mengatakan, pil obat batuk yang disalahgunakan sebagai bahan miras ini dibeli oleh pelaku dari toko kelontong.

"Pil yang dijual bebas itu disalahgunakan, pelaku melarutkan obat tersebut untuk dioplos menjadi miras," ujarnya, Minggu (31/12).

Ia juga mengatakan, selain menyita pil obat batuk, pihaknya juga menyita 10 botol alkohol dengan kadar 70 persen yang biasa digunakan sebagai antiseptik. Keduanya dicampur sehingga menimbulkan efek halusinasi saat dikonsumsi.

Baca juga:
Siswa SMA di Sumenep Hilang Misterius 5 Hari usai Lompat dari Kapal

"Efeknya bisa halusinasi bahkan, hingga bisa menyebabkan kematian," imbuhnya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku menjual produk oplosannya pada anak jalanan ataupun pengamen.

Baca juga:
3 Jenazah ABK KM Putra Sumber Mas Ditemukan Terapung di Perairan Kangean Sumenep

"Memang sasarannya anak jalanan pengamen dan pemulung," pungkasnya.

KPK Jebloskan Kepala BPPD Sidoarjo ke Tahanan
Peristiwa

KPK Jebloskan Kepala BPPD Sidoarjo ke Tahanan

"KPK menetapkan dan mengumukan satu orang pihak yang dapat diminta pertanggungjawaban secara hukum dengan status tersangka AS, Kepala BPPD Sidoarjo," kata Ali .