Pixel Codejatimnow.com

Menengok Peternakan Kambing Kontes di Lojejer Jember, Harganya Sampai Rp25 Juta

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Ahaddiini HM
Shaiku bersama kambing ternaknya. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Shaiku bersama kambing ternaknya. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selain terkenal dengan sumber daya pesisir dan pertanian, Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember juga dikenal dengan potensi hasil peternakan, seperti kambing dan domba.

Muhammad Shaiku Abadi (48), salah satu peternak kambing dan domba sejak 2004 mengaku tidak hanya beternak domba lokal, namun ia juga mengembangkan domba jenis merino dan cross texel.

"Di awal langsung ternak kambing, dulu peranakan Etawa merambah ke domba dan sekarang jenis dombanya Merino, Cross Texel, lokal termasuk peranakan Etawa juga masih ada," kata Shaiku kepada jatimnow.com, Senin (8/1/2024).

Domba ternak milik Shaiku juga telah sering mengikuti kontes skala nasional dan meraih juara.

"Jenis Texel dan Merino ke dunia kontes dari 2 tahun belakangan ini. Jadi memang kita punya bibitan unggul kemudian kita prospek untuk kontes, alhamdulillah event nasional kita dapat juara tiga di Blitar kemarin," tuturnya.

Domba-domba milik Shaiku memang memilliki bentuk dan ciri khas domba lucu. Untuk bisa seperti itu, harus diberi makan yang ekstra, tidak sekadar rumput biasa saja. Juga harus dimandikan minimal seminggu sekali.

Baca juga:
HBI ke-74 jadi Momen Kemenkumham Jatim Berbagi dengan Warga Jember

"Makanan ekstra foodingnya ada ketela, sparator, dua jenis sentrat, ampas tahu, jagung. Kita ramu sesuai komposisi yang tepat sehingga menghasilkan domba yang kita inginkan," ungkapnya.

Menurut Shaiku, yang membedakan produk ternaknya dengan tempat lain adalah ia berfokus juga untuk domba kontes.

"Hasil ternak kita berprospek untuk kontes. Selain bibitnya memang unggul, juga kita maksimalkan untuk pemenuhan nutrisi, jadi itu yang membedakan dengan peternak lain," jelasnya.

Baca juga:
Dukungan Gus Fawait Maju Pilbup Jember Bertebaran di Harlah Muslimat NU

Dengan populasi kandang sebanyak 125 ekor, ia mematok harga antara Rp11 juta hingga Rp25 juta untuk seekor domba kontes.

"Omzet tahun pertama naik 100 persen, tahun kedua ketiga 200 persen, beromzet sekitar Rp250 juta juga dengan pemasaran sudah mencakup segala wilayah di Jawa Timur," pungkasnya.