Pixel Codejatimnow.com

3 Kebakaran di Malang Disebabkan Elpiji Bocor, Ini Kata Pertamina

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Gerhana
Kejadian kebakaran diduga disebabkan kebocoran gas elpiji terjadi di home industry keramik di Jalan MT Haryono XI Nomor 473. (Foto: UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang)
Kejadian kebakaran diduga disebabkan kebocoran gas elpiji terjadi di home industry keramik di Jalan MT Haryono XI Nomor 473. (Foto: UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang)

jatimnow.com - Dalam sepekan di Kota Malang terdapat tiga kejadian kebakaran diduga penyebabnya dari kebocoran gas elpiji. Pihak Pertamina pun angkat bicara

Peristiwa terakhir melanda home industry keramik di Jalan MT Haryono XI Nomor 473 pada Rabu (21/2/2024) sekitar pukul 13.16 WIB. Penyebab kebakaran karena selang regulator elpiji mengalami kebocoran.

Sebelumnya, pada Senin (19/2/2024), sekitar pukul 06.00 WIB, rumah yang juga warung lalapan di Jalan Genteng, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, hancur berantakan. Kejadian itu akibat tabung gas elpiji 3 kilogram bocor sehingga menimbulkan ledakan.

Kejadian serupa juga terjadi di warung nasi Sego Resek yang terletak di Jalan Kerto Pamuji Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru pada Minggu (18/2/2024), pagi.

Awalnya, salah satu pegawai warung bermaksud untuk memasak. Kemudian, pegawai tersebut mencium adanya bau gas elpiji dan mencari asal bau tersebut. Bau berasal dari tabung elpiji 3 kilogram yang sudah terpasang regulator. Selanjutnya, bagian regulator dilepas dan tabung elpiji itu dibawa ke kamar mandi serta diberi air.

Setelah itu, pegawai warung nasi melanjutkan memasak dengan menyalakan kompor gas lainnya. Hal itu setelah merasa aman dengan bau gas yang sudah tidak ada.

Ledakan terjadi saat salah satu pegawai warung menyalakan kompor. Pegawai tersebut tidak mengira, bahwa sisa gas dari salah satu tabung elpiji 3 kilogram yang bocor masih keluar dan masih terkumpul di bagian dapur.

Menanggapi hal tersebut, Section Head Communication And Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan mengatakan, dugaan penyebab beberapa kejadian di Kota Malang karena selang regulator yang tidak sesuai standar.

Baca juga:
Fakta Bus Pahala Kencana Terbakar di Tol Jombang-Mojokerto

Selang regulator dimungkinkan adanya sobekan atau tidak standar sehingga mengakibatkan gas ini keluar. Maka, ketika gas keluar berhubungan dengan sumber api, dan adanya panas, ada sumber bahan bakar dan O2.

"Ketika ketiganya bertemu maka mengakibatkan terjadinya kebakaran, kebakaran ini di luar tabung elpiji lama kelamaan dia akan merembet membakar tabung elpijinya itu," kata Taufiq pada Kamis (22/2/2024).

Dia menegaskan, bahwa secara logis tidak memungkinkan tabung elpiji bisa meledak dengan sendirinya.

"Karena tabung elpiji sudah didesain sedemikian rupa, dan sebelum diedarkan kita sudah lakukan quality control berkali-kali, menguji kebocoran dan sebagainya, sehingga tabung elpiji itu tidak mengalami kebocoran, atau meledak dengan sendirinya," ungkapnya.

Baca juga:
Si Jago Merah Hanguskan Rumah di Ponorogo, Kerugian Capai Rp250 Juta

Dia mengimbau beberapa hal kepada masyarakat. Seperti menggunakan tabung elpiji di ruang terbuka, atau bukan tertutup.

Kemudian, cek regulator apakah sesuai standar SNI atau enggak, biasanya regulator yang dibeli harus ada keterangan SNI.

"Ketiga apabila mencium bau kita masukkan indikator bau pada elpiji supaya ketika ada sesuatu itu tabung gas tercium itu langsung dibawa keluar tabung elpijinya, tidak perlu panik, dan hindarkan dia dari sumber panas yang lain, yaitu O2 atau sumber api, mudah-mudahan himbauan dan tips ini bermanfaat," katanya.