Pixel Codejatimnow.com

Pj Gubernur Jatim, Kepala BNPB dan Bupati Gresik Tinjau Korban Gempa di Bawean

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Sahlul Fahmi
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono saat meninjau korban gempa di Pulau Bawean. (Foto: Diskominfo Kabupaten Gresik)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono saat meninjau korban gempa di Pulau Bawean. (Foto: Diskominfo Kabupaten Gresik)

jatimnow.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mendampingi kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Suharyanto beserta rombongan ke lokasi bencana gempa di Bawean, Minggu (24/3/2024).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya terus mengidentifikasi. Hal ini dilakukan supaya penanganan darurat bencana gempa di Bawean teratasi dan berjalan dengan baik.

Pihaknya juga meminta kepada warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi maupun berita hoaks terkait tsunami dan lain lain.

"Saya minta kepada warga untuk tetap tenang, jangan terpancing berita hoax terkait tsunami atau gempa lain yang membuat warga tidak nyaman. Mudah-mudahan ini segera pulih agar warga dapat melakukan aktivitas seperti semula," tutur Bupati Yani.

Rombongan melihat langsung tempat terjadinya pasca bencana gempa berkekuatan magnitudo (M) 6.5 dengan kedalaman 10 Km tersebut. Perlu diketahui dampak bencana gempa mengakibatkan 2.972 rumah rusak ringan, 1.286 rumah rusak sedang dan 820 rumah rusak berat.

Selain itu, terdapat 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 rusak sedang dan 11 rusak berat. Selanjutnya 59 sekolah rusak ringan, 11 rusak sedang, 5 rusak berat, juga terdapat 1 pondok pesantren rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat, dan 1 rumah sakit mengalami rusak ringan. 

Gempa juga mengakibatkan 7 orang mengalami luka luka. Empat diantaranya dari Kecamatan Tambak dan tiga korban luka lainnya berasal dari Kecamatan Sangkapura Bawean.

Kepala BNPB Letjend TNI Suharyanto memastikan penanganan darurat gempa Bawean atau di Kabupaten Gresik berjalan dengan baik.

Baca juga:
Gempa Tuban Terjadi Lagi, Berkekuatan 5.0 Magnitudo

"Dari tahap awal mulai dari pendataan hingga penanganan kita prioritaskan seluruh kebutuhan terpenuhi untuk korban gempa Bawean," ungkapnya.

Pihaknya mengatakan, pemerintah ikut prihatin atas bencana gempa yang terjadi di Bawean. Untuk itu pemerintah akan mengganti kerusakan yang diakibatkan gempa sesuai kriteria, baik rusak ringan, sedang maupun rusak berat.

"Untuk rumah rusak berat akan mendapatkan ganti Rp60 juta, rusak sedang Rp30 juta dan rusak ringan Rp15 juta. Termasuk lembaga pendidikan ataupun fasilitas umum (Fasum) lainnya seperti masjid dan musala," terang Suharyanto.

Pihaknya juga menyampaikan kepada warga agar tidak cepat percaya oleh informasi hoax. Terutama gempa Cianjur yang diunggah melalui media sosial. Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak terlalu panik yang berlebihan.

Baca juga:
Gempa Magnitudo 5.6 Kembali Mengguncang Tuban, Ini Penjelasan BMKG

"Berdasarkan prediksi BMKG memang sampai saat ini gempa sudah ada 229 kali dan tidak berpotensi tsunami. Intensitas atau volume gempa semakin turun dan kecil. Mudah-mudahan ini segera berakhir agar warga dapat kembali aman dan tenang," harapnya.

Di tempat yang sama, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengatakan, pemerintah juga akan segera memenuhi kebutuhan dasar korban bencana gempa Bawean.

"Insya Allah hari ini kapal pengangkut kebutuhan korban gempa, mulai makanan siap saji, selimut, popok, tenda darurat, hingga dapur umum segera tiba di Bawean," ucapnya.

Menyusul kejadian tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi mulai 22 Maret hingga 11 April 2024.