Abdul Manan, Tuna Netra Penghafal Al Qur’an yang Inspiratif

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Farizal Tito

Abdul Manan, pria tuna netra yang hafal 30 juz Al Qur’an.

jatimnow.com - Griya Al Qur’an Surabaya mewisuda 206 penghafal Al Qur’an dalam Majelis Pecinta Al Qur’an yang dihelat di gedung DBL Arena Surabaya, Selasa (11/9/2018).

Wirawan Dwi, Public Relations Griya Al Qur’an Surabaya mengatakan, pada perhelatan wisuda ke 7 ini para wisudawan yang telah dinyatakan lulus itu sudah melalui seleksi yang ketat. Mereka sudah menjalani tes, pembinaan, dan tasmi' yaitu proses mendengarkan semua surah hafalan dari para pengajar.

"Para penghafal Al Qur’an itu terbagi dari beberapa tingkatan hafalan, ada yang 2 juz, 5 juz dan kelipatannya hingga tuntas 30 juz. Dan sebagian besar para wisudawan ini, di atas 40 tahun, bahkan ada yang 70 tahun lebih,” kata Wirawan.

Selain prosesi wisuda, acara yang juga digelar untuk memperingati tahun baru Islam 1 Muharram itu nampak luar biasa, karena saat itu menghadirkan tuna netra yang hafal 30 juz sebagai inspiratornya. Hafidz tuna netra itu bernama Abdul Manan.

Menurut Wirawan, Abdul Manan dan para inspirator Al Qur’an yang hadir di acara Majelis Pecinta Al Qur’an itu membuat warna tersendiri dalam kegiatan ini.

“Insyaallah mereka akan menjadi inspirator peserta yang hadir untuk menjalani tahun selanjutnya dengan lebih mantap dengan naungan Al Qur’an,” tegas Wirawan.

Sementara itu, Abdul Manan, pria tuna netra yang hafal 30 juz Al Qur’an mengatakan dirinya bisa menghafal Alquran dengan cara belajar selama 8 bulan.

“Saya menghafal Al Quran setelah dua tahun tidak bisa melihat, tepatnya pada tahun 2009 dan saya tidak bisa melihat mulai 2007, saat itu saya mulai menghafal dengan menggunakan Mp4 yang dibantu oleh istri saya,” tutur Manan.

Abdul Manan bercerita kepada para wisudawan bahwa ia mulai menghafal di usia 39. Sudah 9 tahun ini, pria 48 tahun ini menekuni Al Quran. Setiap 1 minggu, ia mengaku selalu menambah hafalan 1 Juz, begitu seterusnya hingga akhirnya menghafal 30 Juz dalam waktu 8 bulan.

“Saya hanya mengandalkan Mp4, saya dengarkan sebanyak-banyaknya, sambil mencoba menirukan. Ini saya lakukan pada tengah malam setiap hari, seusai bangun dari tidur. Bacaan itu terus-menerus saya ulang,” tuturnya.

Abdul Manan mengaku sempat shock saat indera pengelihatannya direnggut penyakit Glukoma. Ia merasa hancur kala itu.

“Bahkan rumah tangga saya di ujung tanduk. Bukan karena istri saya yang tidak menerima, namun saya merasa tidak pantas jadi suami. Saya tidak bisa bekerja lagi,” katanya.

Kegundahannya berlangsung selama dua tahun, sampai kemudian ia memutuskan untuk menjadi penghafal Al Qur’an. Di awal-awal kebutaan, Manan bercerita, seorang teman menyarankannya untuk mencoba menghafalkan Al Qur’an.

“Hanya saya iyakan, tapi saat itu saya merasa tidak mungkin. Wong saya melihat aja tidak bisa hafal, apalagi saat saya buta,” ujarnya.

Namun, setelah dua tahun berjalan, ia mengaku harus bangkit. Ia merasa harus membuktikan, bahwa ia bukan tuna netra biasa, ia mencoba menghafalkan Al- Qur’an secara diam-diam, tanpa diketahui istri dan anaknya.

“Mereka baru tahu saat saya sudah hafal 30 juz Al Qur’an. Mereka kaget bukan main,” ujarnya.

 

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter