Pixel Codejatimnow.com

Kasus DBD di Kabupaten Probolinggo Kian Tinggi, 12 Orang Meninggal Dunia

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Haryo Agus
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti (dok. jatimnow.com)
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti (dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo semakin meningkat. Tercatat, selama tiga bulan terakhir sebanyak 993 pasien terjangkit dan 12 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Nina Kartika mengatakan, penyebaran kasus DBD terbesar, tersebar di 3 kecamatan, yakni Besuk, Paiton, dan Kraksaan.

"Kecamatan Paiton ada 207 kasus, Besuk 178 kasus, Kraksaan 92 kasus, dan disusul daerah lainnya," kata Nina, Jumat (29/3/2024).

Namun, Nina menuturkan, saat ini tren di beberapa wilayah tersebut mulai menurun. Oleh karena itu, perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pencegahan.

Baca juga:
Angka Kematian DBD di Tulungagung Tertinggi Ketiga di Jatim, Ini Langkah Pemkab

"Harus ada kesadaran dari masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di setiap rumah tanpa terkecuali," ujarnya.

Nina menjelaskan, penyebab tingginya kasus DBD di Kabupaten Probolinggo disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di musim pancaroba. Serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan melalui langkah PSN.

Baca juga:
Pj Wali Kota Mojokerto Kerja Bakti bareng Warga: Penting untuk Cegah DBD

"Tidak cukup dengan melakukan pembersihan lingkungan dan fogging. Harus dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara memberantasan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," ucapnya.

"Kami harap masyarakat dapat membuang genangan air yang menjadi perindukan nyamuk, minimal seminggu sekali. Agar tidak menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk," tandasnya.