Pixel Codejatimnow.com

Ini Penyebab LPG 3 Kg Susah Didapat di Ponorogo

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Ahmad Fauzani
Ilustrasi LPG 3 kg. (dok jatimnow.com)
Ilustrasi LPG 3 kg. (dok jatimnow.com)

jatimnow.com – Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperdagkum) Ponorogo angkat bicara perihal LPG (elpiji) 3 kg susah didapat.

Dari hasil pemantauan Disperdagkum, penyebab elpiji 3 kg susah didapat di Ponorogo adalah karena 1 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) ditutup.

“Kami sudah koordinasi dengan Pertamina di Madiun,” ungkap Kabid Perdagangan, Disperdagkum Ponorogo, Paras Paravirodhena, Senin (27/5/2024).

Koordinasi, kata Paras, bahwa kuota LPG yang dikenal dengan nama gas melon tetap. Tetapi ada satu permasalahan utama yang membuat gas LPG 3 kg sulit didapatkan di Bumi Reog.

“Ada satu SPBE di Ponorogo yang tutup karena masih dalam perpanjangan izin,” katanya.

Sehingga, di Bumi Reog hanya ada 1 SPBE yang masih beroperasi. Hal ini membuat suplai LPG 3 kg ke Ponorogo diambil alih oleh SPBE di Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, dan Kota Madiun.

“Secara global, kuota tidak berkurang, hanya terjadi keterlambatan kedatangan LPG ke agen, lalu ke pangkalan,” tegasnya.

Dia mengaku, bahwa LPG 3 kg yang seharusnya tiba di pangkalan pagi hari, kini tiba malam hari karena terjadi antrian di SPBE yang jaraknya lebih jauh.

Baca juga:
Warga Ponorogo Sambat LPG 3 Kg Langka, Ini Penjelasan Pertamina

“Kuota kemarin tetap, tidak berkurang. Kuotanya LPG 25,494 M/T (metrik ton),” paparnya .

Paras belum bisa memastikan kapan proses izin ini selesai. Ia berharap izin cepat turun sehingga masalah ketersediaan LPG 3 kg bisa segera diatasi.

“Izin ini habis sejak akhir April sehingga dampaknya pada Mei (ketersediaan LPG terganggu). Semoga segera teratasi,” ucapnya,

Sebelumnya, keberadaan LPG 3 Kg di Ponorogo menjadi barang yang susah dicari. Ibu rumah tangga hingga pedagang kesusahan mendapatkan si tabung melon itu.

Baca juga:
Warga Ponorogo Sambat Susah Cari LPG 3 Kg, Harga Juga Naik

Kondisi tidak adanya keberadaan LPG 3 Kg ini tidak hanya di pusat kota. Tetapi juga di wilayah pinggiran seperti Kecamatan Jenangan, Ngrayun, dan Slahung.

Sejumlah warga Ponorogo mengeluhkan kesulitan mendapatkan LPG 3 kg ini.