Pixel Codejatimnow.com

PKS Jatim Tak Buka Pendaftaran Pilkada, Siap Usung Kader Internal?

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Ni'am Kurniawan
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - PKS Jatim nampaknya memilih untuk main aman dalam menentukan arah keputusan politik di Pilgub dan Pilkada serentak 2024.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan mengatakan, keputusan ini adalah arahan langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.

Hingga saat ini, DPP PKS hanya meminta kepada Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) di seluruh Jawa Timur untuk melakukan pendekatan politik dengan setiap calon yang muncul, dan partai politik.

Pendekatan yang dimaksud hanya berbentuk komunikasi politik. Hal itu dibuktikan dengan PKS yang sama sekali tak membuka pendaftaran untuk calon gubernur atau kepala daerah di 2024.

"Rapat koordinasi ini untuk meneguhkan apa yang sudah pernah disampaikan sebelumnya. Baik terkait target kemenangan dalam pilkada maupun strategi serta proses dalam mengusung calon kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/walikota," kata Irwan, dalam siaran resminya, Selasa (28/5/2024).

Di Pilgub Jatim, PKS diketahui telah melakukan komunikasi dengan petahana Khofifah Indar Parawansa. Komunikasi tersebut, kata Irwan telah berjalan secara lama.

Baca juga:
PKS Temui Demokrat, Bahas Proyeksi Pilkada hingga Pilgub Jatim 2024

Meski demikian, soal rekom-merekom, keputusan sepenuhnya akan diambil alih oleh DPP.

"Komunikasi dengan Bu Khofifah sudah tersambung tinggal menentukan waktunya yang pas," lanjut dia.

Target Usung Kader di Daerah

Baca juga:
PKS Bangun Rekonsiliasi dengan Gerindra Jelang Pilkada Jatim 2024

Kepada Ketua DPD PKS se-Jatim, Irwan meminta, bagi daerah yang capaian kursi 15 persen, DPD wajib mendorong kader internal maju sebagai bupati atau wali kota.

Selain kader sendiri, di wilayah dengan capaian kursi tersebut, PKS harus pro-aktif melakukan komunikasi politik kepada calon kepala daerah yang berpotensi menang, atau bisa gandeng dengan PKS.

"Salah satu yang diupayakan adalah di Kota Batu, Kota Malang, Kota Madiun, dan Magetan. Namun tidak tertutup kemungkinan dari daerah yang lainnya. Untuk Kota Batu sudah muncul nama Ludi Tanarto anggota DPRD Kota Batu," jelas Irwan.