Pixel Codejatimnow.com

Sutomo, Menghapus Luka Menyulap Desa

Editor : Yanuar D  Reporter : Ni'am Kurniawan
Potret Kepala Desa Doudo, Sutomo. (Foto-foto: Sutomo dan Pertamina EP for jatimnow.com)
Potret Kepala Desa Doudo, Sutomo. (Foto-foto: Sutomo dan Pertamina EP for jatimnow.com)

jatimnow.com - Panggilan hati membawa Sutomo menyulap Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Gresik. Kecerdikannya mengolah alam membuat warga mempercayakan Sumber Daya Alam (SDA) desa dikelola olehnya sejak 2002.

Sutomo adalah Kepala Desa Doudo, ia dipercaya memimpin dan mengelola aset selama 22 tahun. Kepiawaiannya dalam manajemen dan ilmu lingkungan membuat Doudo terbebas dari pandangan miring. Ia pun dijuluki sebagai 'Lokal Hero'.

Doudo memang dikenal sebagai desa miskin, desa ini menjadi salah satu desa yang tertinggal di Gresik pada 2002. Lahir dan besar di Doudo membuat Sutomo paham betul rendahnya pendapatan harian warga disana.

Sutomo saat menyampaikan ide kreatif pada pemuda Doudo.Sutomo saat menyampaikan ide kreatif pada pemuda Doudo.

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang itu mengakui, ia cukup terluka saat bersosial dengan tetangga desa. Sutomo mengaku, Doudo dikenal terbelakang, miskin, dan kumuh karena mayoritas warga tak bisa berkreasi dan mengolah SDA.

Doudo juga dikenal tandus, sebelum ditemukan sumber air pada 2008. Sesuai dengan namanya Do yang artinya Adoh alias Jauh dan Uda yang berarti Air. Artinya desa yang jauh dengan air.

Namun, semua itu perlahan dihapus oleh ide kreatif Sutomo, yang tak hanya merubah kemajuan desa, melainkan merubah kultur warga di Doudo menjadi masyarakat yang lebih melek dengan lingkungan, salah satu yang mencolok adalah Open Defection Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Kini, Doudo memiliki enam julukan sebagai desa wisata dan diakui secara nasional tentang kepiawaiannya mengolah aset desa, hingga menjadi percontohan desa wisata di skala nasional.

Enam julukan sebagai desa wisata itu di antaranya, Kampung E-Link, Kampung 3R, Kampung Toga, Kampung Sayur, Kampung Si Cantik Cerdas, dan Kampung Aloevera.

Sutomo mengaku, inovasi yang terjadi pada Doudo tak semerta ia lakukan sendiri, ada campur tangan pihak ketiga selain anggaran swadaya dari masyarakat. Salah satunya sentuhan hangat dari Pertamina EP Poleng Field Zona 11 Regional Indonesia Timur.

"Wisata edukasi ini awalnya tercetus berkat ide, gagasan, serta pendampingan dari Pertamina," kata Sutomo, ditemui di Bandung, Senin (3/6/2024).

Enam julukan itu tercetus berkat tiga motto yang menjadi fokus Sutomo bersama Pertamina. Yakni Lingkungan Cerdas, Ekonomi Cerdas, dan hasilnya Doudo Edu Wisata (DEWI).

Terciptanya Lingkungan Cerdas kali ini karena rangkulan tangan Sutomo pada anak muda setempat yang lebih melek soal teknologi. Sehingga terciptalah Branding Kampung Tematik, hingga tercipta Program Capacity Building IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Selain merubah desa menjadi bersih dengan inovasi limbah dan kotoran, tercipta juga kemudian kenaikan pendapatan warga dalam gerakan kelompok ekonomi, yang dinamai Mbok Doudo (Masakan), Wong Doudo (Edukasi Alam), Chraft (Kerajinan) dan Bank Sampah (Pengelompokan Sampah).

"Semua itu tercipta saat salah satu Telaga di desa kami, yakni Telaga Rena tak lagi dipakai untuk membuang limbah. Jadi dulu, hampir mayoritas warga itu kesana (buang limbah). Jadi ada beberapa memang, dan sampai sekarang kalau berak untuk nggak 'plung' (suara jatuh ke air) nggak bisa berak," jelas Sutomo.

Sukses dengan gerakan komunal, secara perlahan Sutomo terus mengedukasi warganya untuk menaikkan taraf kebahagiaan dengan mulai merawat lingkungan dengan menanam aneka tanaman di sekitar rumah masing-masing.

Doudo pun kini nampak asri, jauh dari kata gersang. Memasuki Desa Doudo, mata akan dimanjakan dengan gapura megah kreasi tangan anak muda. Jalan mayoritas telah terpaving lengkap dengan hiasan pohon dan sisi kana-kiri jalan.

Suasana Desa Doudo.Suasana Desa Doudo.

Baca juga:
Durensewu Kondang, jadi Kontrol Sosial, DPRD Bojonegoro Sidak Tambang Kapur

"Kurang lebih 23 anak muda kita serap. Meski belum bisa mengisi kas desa, minimal operasional untuk Bumdes dan gaji mereka cukup, kita senang," kata Sutomo.

Diketahui, secara geografis Doudo memiliki luas 102 hektar. 19 hektar persawahan, sisanya adalah pemukiman warga dan lahan kosong. Desa ini memiliki penduduk 1.530 jiwa, yang menghuni 360 atap rumah.

Secara garis besar, sebagai Lokal Hero, Sutomo tak hanya merubah desa dan ekonomi warga. Melainkan kultur atau kebiasaan warga untuk lebih mencintai lingkungan dengan merawat tanaman yang dapat menaikkan pendapatan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan taraf kebahagiaan warga setempat.

Penghargaan Kemenparekraf untuk Desa Doudo.Penghargaan Kemenparekraf untuk Desa Doudo.

Dari sederet inovasi tersebut, beragam penghargaan secara nasional telah diterima oleh Doudo diantaranya:

1. Penghargaan GOLD dalam ISDA Awarding 2017 Kategori SDGs - 2 tanpa kelaparan/pilar 1 pembangunan sosial Judul Program Tanaman Obat Keluarga (Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin) Dari Kementerian PPN/Bappenas.

2. Penghargaan SILVER dalam ISDA Awarding 2017 Kategori SDGs - AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK PILAR 3 PEMBANGUNAN LINGKUNGAN Judul Program Penciptaan Akses Terhadap Air Minum Atau Air Bersih dan Sanitasi Lingkungan Dari Kementerian PPN/Bappenas.

3. Juara 3 (Tiga) LOCAL HEROES PERTAMINA Kategori HIJAU Judul Program DOUDO EDU GREEN VILLAGE dari PERTAMINA Tahun 2017

4. Indonesia Green Awards (IGA) 2018 kategori PENYELAMATAN SUMBERDAYA AIR program MATA AIR DESAKU dari La Tofi School of CSR

Baca juga:
Sukses Kelola Aset, Durensewu Kondang jadi Desa Wisata di Pasuruan

5. Indonesia Green Awards (IGA) 2018 kategori PENGEMBANGAN PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU Program NOL SAMPAH SEJUTA MANFAAT dari La Tofi School of CSR

6. Pakarti Utama 2 Lingkungan Bersih dan Sehat Tingkat Nasional Tahun 2018

7. Desa Doudo sebagai PROGRAM KAMPUNG IKLIM Kategori UTAMA dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2018

8. RW 2 Desa Doudo sebagai Lokasi PROGRAM KAMPUNG IKLIM Kategori UTAMA dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019

9. KEPALA DESA TERBAIK Kabupaten ODF dari Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat KEMENTERIAN KESEHATAN RI tahun 2020

10. Penghargaan PAMSIMAS AWARD Ketegori PAMSIMAS dalam Pencapaian 10096 Akses Air Minum dan Sanitasi dari Direktur Jenderal Cipta Karya KEMENTERIAN PUPR tahun 2021

11. Penghargaan DESA WISATA DOUDO sebagai " Peserta Desa Binaan Kemenparkraf RI “Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021

12. Penghargaan DOUDO DESA MANDIRI Dari KEMEDESPDTT 2022

13. Penghargaan DESA DOUDO Finalis 10 Besar UNESA VILLAGE AWARD Dari KEMEDESPDTT 2022