Pixel Codejatimnow.com

Gelombang Laut di Jember Tinggi, BPBD Ingatkan Pengunjung Pantai Berhati-hati

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Sugianto
Gelombang air laut di pantai selatan tinggi (Tangkapan layar video)
Gelombang air laut di pantai selatan tinggi (Tangkapan layar video)

jatimnow.com - Gelombang air laut tinggi terjadi di Jember. Beberapa warung di pesisir pantai rusak dilanda gelombang tinggi.

Karena tingginya gelombang air laut ini, beberapa pemilik warung di lokasi wisata memilih menutup tempat usahanya.

Kapolsek Ambulu AKP Suhartanto mengatakan, di wilayah pesisir Kecamatan Ambulu saat ini memang sedang terjadi cuaca buruk dan gelombang air laut yang cukup tinggi.

Bahkan menyebabkan beberapa kerusakan ringan pada warung-warung tempat wisata di wilayah pesisir.

“Kalau dampaknya tidak terlalu signifikan, hanya kerusakan ringan saja pada warung-warung di pesisir," kata Kapolsek, Rabu (5/6/204).

"Besok kita akan turun ke lokasi bersama tim dari BPBD dan BMKG, untuk memantau langsung kondisi di wilayah pesisir Kecamatan Ambulu,” sambungnya.

Baca juga:
Nelayan Lamongan Takut Melaut, Imbas Gelombang Tinggi

Ada 2 tempat wisata di wilayah Kecamatan Ambulu yang terkena imbas dari ketinggian gelombang air laut, yakni Pantai Payangan dan Watu Ulo yang berlokasi di Desa Sumberrejo, Ambulu.

“Tapi tadi kami tanya ke pihak pengelola, katanya mereka tidak menutup total, namun hanya membatasi pengunjung saja,” terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Widodo Julianto mengatakan, saat ini tim sedang turun ke beberapa lokasi di wilayah pesisir, memantau kondisi dan dampak dari cuaca ekstrem tersebut.

Baca juga:
Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Selatan Trenggalek, Banjir Rob Rendam Pertokoan

“Kami menyisir beberapa lokasi untuk memastikan, memang tidak ada dampak yang signifikan maupun korban atas peristiwa ini,” kata Widodo.

BPBD Jember meminta, agar pengunjung atau warga sekitar berhati-hati jika berada di pesisir pantai, karena gelombang tinggi air laut kadang datang tiba-tiba.