Pixel Codejatimnow.com

Petugas Basarnas Trenggalek Evakuasi Jenazah dari Sumur Sedalam 15 Meter

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Bramanta Pamungkas
Petugas saat berupaya mengevakuasi korban dari dalam sumur. (Dok Pos Basarnas Trenggalek for jatimnow.com)
Petugas saat berupaya mengevakuasi korban dari dalam sumur. (Dok Pos Basarnas Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Pos Basarnas Trenggalek mengevakuasi jenazah Ponisah (50), warga Dusun Ngruno, Watulimo, Trenggalek, yang ditemukan keluarga di dalam sumur. Proses evakuasi jenazah korban memakan waktu nyaris 1 jam.

Pasalnya, petugas Basarnas harus mengurangi gas beracun dari dalam sumur sedalam 15 meter terlebih dahulu, sebelum melakukan evakuasi.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka lalu mengirim tim guna membantu proses evakuasi terhadap jenazah korban.

"Kita mendapatkan laporan adanya temuan jenazah korban di dalam sumur dan mengirim tim guna membantu proses evakuasi," ujarnya, Senin (10/06/2024).

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan melakukan observasi. Mereka lalu berupaya mengurangi gas beracun dari sumur sedalam 15 meter tersebut dengan blower exhaust fan. Sementara itu, tim bergerak cepat memasang tripod dan sistem Confined Space Rescue (CSR) untuk menurunkan satu personil rescuer yang menggunakan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).

Baca juga:
Pria Surabaya Ditemukan Tewas Dalam Sumur, Sempat Pamit ke Masjid Kenjeran

“Upaya evakuasi membutuhkan proses sekitar 45 menit, korban dievakuasi dari sumur yang kedalaman airnya 8 meter dengan keadaan telah meninggal dunia.” tuturnya.

Setelah berhasil mengikatkan tali pada korban, tim SAR yang berada di atas menarik rescuer dan korban yang telah meninggal dunia agar dapat keluar dari sumur. Jenazah korban lalu diserahkan ke pihak berwajib untuk proses selanutnya.

Baca juga:
Wanita 90 Kg di Kota Malang Jatuh ke dalam Sumur, Proses Evakuasi Sampai Dua Jam

"Upaya evakuasi ini juga dibantu unsur lain, seperti kepolisian, TNI dan petugas Damkar," pungkasnya.