Pixel Code jatimnow.com

2 Makam Pejuang di Jember Ditemukan, Dulu Anggota PETA

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Sugianto
Anggota Koramil Tanggul saat mendatangi penemuan makam pejuang (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Koramil Tanggul saat mendatangi penemuan makam pejuang (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - 2 Makam pejuang Pembela Tanah Air (PETA) ditemukan di samping eks Kantor Kecamatan Tanggul. Bintara Komunikasi Sosial (Bati Komsos) Koramil Tanggul, Sertu Laode Kasmir mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, perihal penemuan 2 makam pejuang tersebut.

"Lokasinya di dekat Koramil Tanggul, lebih tepatnya di sebuah bangunan bekas kantor Kecamatan Tanggul,” kata Kasmir saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2024).

Untuk saat ini, pihaknya juga masih mencari silsilah keluarga atau ahli waris dari kedua pejuang yang ditemukan nisannya.

"Nantinya kita bisa ambil tindakan lebih lanjut,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari seorang veteran, pejuang atas nama Soedjono, dulunya merupakan seorang pejuang PETA yang berjuang mengusir penjajah di wilayah Tanggul, Semboro dan sekitarnya.

Baca juga:
Bupati dan Wabup Jember Ikuti Pawai Obor 1 Muharram Bersama Ribuan Warga

“Jadi Bapak Soedjono berdasarkan informasi dari rekan seangkatan almarhum, atas nama bapak Ilyas, yang saat ini masih hidup dan tinggal di Semboro," ungkapnya.

"Kalau yang atas nama Sulaeman ini, kita masih belum tahu sejarahnya, dan masih kita telusuri,” ujar Kasmir.

Kasmir menegaskan, tidak ada satupun dari warga sekitar yang mengetahui adanya makam pejuang tersebut.

Baca juga:
Anggota Komisi X DPR RI Dukung Wajib Belajar 13 Tahun, Ini Alasannya

"Kok bisa kedua pejuang itu dimakamkan disitu. Karena memang masyarakat dan tetua di sekitar sini juga tidak ada yang tahu,” urainya.

Koramil Tanggul telah berkoordinasi dengan pihak Muspika lainnya, serta Kodim 0824 Jember terkait penemuan makam pejuang ini.

KAI Daop 8 Surabaya Tutup JPL 38 dan 39 Sidoarjo
Peristiwa

KAI Daop 8 Surabaya Tutup JPL 38 dan 39 Sidoarjo

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan penutupan perlintasan ini merupakan langkah untuk mengamankan perjalanan kereta api, pengendara serta masyarakat sekitar.