Pixel Code jatimnow.com

Ponpes di Sidoarjo Didemo, Ekspor 11 Kontainer ke Amerika

Editor : Redaksi  
Banner dan poster berisi aksi protes ke pengurus ponpes Mahdy yang dipasang tepat didepan Pondok pesantren oleh warga Desa Pagerwojo Buduran Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Banner dan poster berisi aksi protes ke pengurus ponpes Mahdy yang dipasang tepat didepan Pondok pesantren oleh warga Desa Pagerwojo Buduran Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua berita dugaan kasus asusila di Pondok Pesantren Mahdiy Pagerwojo Buduran Sidoarjo langsung menyita banyak perhatian pembaca pada Jumat (21/6/2024).

Berita lainnya adalah 11 kontainer furniture produksi PT Integra Indocabinet di Betro Sedati Sidoarjo dikirim ke Amerika.

Redaksi merangkum ketiga berita pilihan pembaca tersebut.

Ponpes di Sidoarjo Didemo, Polisi: Dugaan Asusila Dalam Proses Penyidikan

Polresta Sidoarjo mengungkapkan bahwa kasus dugaan asusila yang dilakukan pengurus Pondok Pesantren Mahdiy Pagerwojo Buduran Sidoarjo terhadap santriwati kini dalam proses penyidikan.

Baca juga:
Tinggikan Tanggul, Bacawabup Sidoarjo, Pengedar Sabu Diringkus

11 Kontainer Furniture dari Sidoarjo Dikirim ke Amerika

Sebanyak 11 kontainer furniture produksi PT Integra Indocabinet di Betro Sedati Sidoarjo dikirim ke Amerika. Pemberangkatannya dilepas Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan.

Ponpes di Pagerwojo Sidoarjo Didemo, Diduga Lakukan Tindak Asusila ke Santriwati

Baca juga:
MPLS SLB Sidoarjo, Demo di Pendopo Trenggalek, Kepincut Majed Osman

Diduga lakukan tindak asusila ke santriwati, sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) Mahdiy di wilayah Pagerwojo Buduran Sidoarjo didemo warga. Dalam aksinya, warga memasang banner dan poster berisi protes ke pengurus ponpes yang dipasang tepat di depan pondok.

 

PKS Resmi Mendukung Jimad di Pilkada Sampang
Jatim Memilih, Politik

PKS Resmi Mendukung Jimad di Pilkada Sampang

“Kami optimis, nantinya pasangan yang kami usung ini mampu meneruskan dan memajukan Sampang dan melanjutkan kerja sama,” jelas Kang Irwan.