Pixel Code jatimnow.com

9.097 Peserta UM PTKIN Ikuti Tes Masuk di UIN Tulungagung

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Bramanta Pamungkas
Kampus UIN Tulungagung, peserta UM PTKIN di UIN Tulungagung mengerjakan soal. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kampus UIN Tulungagung, peserta UM PTKIN di UIN Tulungagung mengerjakan soal. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) mengikuti ujian di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Pelaksanaan ujian masuk ini berlangsung mulai Senin (24/6/2024) hingga Minggu (30/6/2024). Panitia membagi ujian dalam 3 sesi setiap harinya. Setiap sesi ujian diikuti oleh 194 peserta.

Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof Abdul Aziz mengatakan jumlah peminat pada jalur UM PTKIN tahun ini sebanyak 9.097 peserta. Dengan jumlah ini, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung masuk peringkat 10 besar perguruan tinggi Islam negeri paling diminati di Indonesia.

"Jumlah peminat di UIN Tulungagung di jalur UM PTKIN sebanyak 9.097 peserta dan kita masuk 10 besar di Indonesia," ujarnya, Senin (24/06/2024).

Baca juga:
Resmikan Gedung UIN Tulungagung, Menteri Agama Singgung Polemik Visa Haji

Dari jumlah tersebut, nantinya akan diambil 2.843 peserta untuk menjadi mahasiswa baru. Sebelumnya, mereka juga sudah membuka jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN). Terdapat 14.204 peserta melalui jalur ini. Dari hasil seleksi sebanyak 2.460 peserta dinyatakan lolos.

"Kuota mahasiswa baru tahun ini sebanyak 5.400 orang, sudah terpenuhi dari jalur SPAN dan UM, kekurangannya akan diisi dari jalur mandiri," tuturnya.

Baca juga:
Kisah Pengukuhan Pasangan Guru Besar UMM, Ditemani Kursi Kosong Mendiang Istri

Pelaksanaan UM PTKIN ini berlangsung selama sepekan karena menyesuaikan dengan jumlah komputer yang tersedia. Setiap ruangan tersedia 20 unit komputer. Selain itu terdapat beberapa unit sebagai cadangan. Terdapat 3 sesi pelaksanaan ujian setiap hari. Setiap sesi diikuti 194 peserta ujian.

"Jumlah ketersediaan komputer kita terbatas sehingga ujian digelar selama 7 hari," pungkasnya.