Pixel Code jatimnow.com

Terjunkan 728 Petugas Coklit, KPU Kota Kediri Turut Sukseskan Rekor Muri

Editor : Yanuar D  
Petugas Pantarlih KPU Kota Kediri melalukan coklit di Mojoroto. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Petugas Pantarlih KPU Kota Kediri melalukan coklit di Mojoroto. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - KPU Kota Kediri menerjunkan 782 petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2024, Senin (24/6/2024). Coklit ini dilakukan di 46 Kelurahan yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Kediri mulai Mojoroto, Kota dan Kecamatan Pesantren.

Di hari pertama coklit, KPU Kota Kediri menargetkan pencocokan data sebanyak 7.820 data pemilih.

Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian mengatakan, tugas ini dilakukan usai pihaknya melantik 782 Pantarlih dan melakukan bimbingan teknis. Hari pertama coklit, pihaknya juga menargetkan 1 Pantarlih untuk menyelesaikan pencocokan 10 data pemilih.

"Target ini ada hubungannya dengan KPU Jatim dengan gebyar 1 Juta Coklit pemilih yang nantinya bisa memecahkan rekor muri. Jadi untuk KPU Kota Kediri kita targetnya sukses pencocokan sebanyak 7.820 data," ujarnya.

Reza menambahkan, sebanyak 782 Pantarlih tersebut diterjunkan di 401 TPS di Kota Kediri yang tersebar di 46 kelurahan. Target Coklit ini dimulai sejak 24 Juni sampai dengan 25 Juli 2024.

Baca juga:
Vinanda Prameswati Bicara Potensi dan Gagasan untuk Kota Kediri

Lanjut Reza, ada beberapa tantangan di lapangan di hari pertama coklit. Pasalnya, beberapa Pantarlih yang sudah terjun dilapangan banyak menemui kendala error sistem ataupun pemilih yang tidak berada di tempat.

"Karena serentak biasanya ada kendala error sistem dan pemilih yang tidak ada di tempat. Namun demikian semua hal ini bisa diatasi dengan cara manual dan waktu yang  kita miliki juga masih panjang selama 1 bulan," jelasnya.

Reza mencontohkan seperti kendala perbedaan data pemilih yang terjadi saat Pantarlih melakukan Coklit di Kecamatan Mojoroto. Disini Pantarlih menemukan perbedaan kondisi pemilih tidak sesuai dengan data di sistem E-Coklit.

Baca juga:
Projo Nilai Koalisi Indonesia Maju Cocok di Pilwali Kediri 2024

"Seperti di Mojoroto ada perbedaan data yang kondisinya data pemilih ini masuk dalam data disabilitas Tuna Wicara, namun di lapangan faktanya Tuna Netra. Seperti kendala ini karena tadi sistemnya ada error jadi langsung kita lakukan pendataan secara manual untuk menyelesaikannya," tandasnya.

Diketahui, KPU Kota Kediri menerjunkan petugas Pantarlih yang tersebar di tiga Kecamatan. Untuk Kecamatan Mojoroto sebanyak 304 Pantarlih, Kecamatan Kota 236 Pantarlih dan Kecamatan Pesantren 242 Pantarlih.