Pixel Code jatimnow.com

Pensiunan TNI Siap Bersaing dengan Kang Giri Maju Pilkada Ponorogo

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Ahmad Fauzani
Brigjend (Purn) drg M. Zaelani saat mendaftar Bacabup Ponorogo lewat PKB. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Brigjend (Purn) drg M. Zaelani saat mendaftar Bacabup Ponorogo lewat PKB. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilakada) Ponorogo bakal ramai. Ada pensiunan TNI yang maju bakal calon bupati Ponorogo, siap bersaing dengan patahana Sugiri Sancoko (Kang Giri).

Dia adalah Brigjend (Purn) drg M. Zaelani. Dia mendaftar sebagai Bacabup di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada gelaran Pilkada 2024.

“Saya ke PKB karena yang panggil PKB, sebagai calon bupati. Saya ulangi calon bupati,” ungkap Zaelani, Jumat (5/7/2024).

Selain mendaftar melalui PKB, Zaelani juga berencana maju dengan dukungan Partai Gerindra.

“Berangkat lewat Gerindra dan PKB, dua partai sudah cukup. Bismillah berangkat,” tambah pria asli Ponorogo ini.

Baca juga:
5 Daftar Bacabup Pilkada Ponorogo, Rematch Ipong Vs Giri?

Sekretaris DPC PKB Ponorogo, Agus Dwi Prayitno, menyatakan bahwa Brigjend (Purn) drg M. Zaelani adalah pendaftar kelima sebagai Bacabup Ponorogo melalui PKB.

“Kedatangan Bacabup untuk yang kelima. Setelah mulai dari Pak Giri (Sugiri Sancoko), MDS (Mas Didik Subagio), Pak Ipong (Ipong Muchlissono), MHR (Muhammad Harun Ar-Rasyid), dan Pak Brigjend (Purn) drg M. Zaelani,” tegasnya.

Baca juga:
Seruan Dewan Syuro DPC PKB Ponorogo Jelang Pilkada 2024

Agus menambahkan, selain itu terdapat dua bakal calon wakil bupati (Bacawabup) yang turut mendaftar, yaitu Lisdyarita dan Ibnu Alfandy Yusuf.

“PKB membuka pendaftaran dan siapapun bisa mendaftar. Kami masih terus membuka pendaftaran dan selalu berkomunikasi dengan DPP PKB. Tahapan internal akan berlangsung sampai sebelum pendaftaran ke KPU,” pungkasnya.

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya
Jatim Memilih, Politik

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya

"Millenial perlu ruang, dan pengetahuan politik. Mereka butuh sosialisasi sehingga bisa memilih pemimpin yang tepat," ucap mantan Ketua PSI Surabaya, Erick Komala.