jatimnow.com

Antisipasi Konvoi Suran Agung, 4 Bus Disiapkan Angkut Pendekar Silat

Editor : Arif Ardianto Reporter : Mita Kusuma
Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant 🔍
Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant

jatimnow.com - Polisi Ponorogo memperketat pengamanan perbatasan mengantisipasi agenda tradisi Suran Agung yang rencananya digelar oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), pada Minggu (23/9/2018) mendatang di Madiun.

Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, mengatakan, akan tegas terhadap para pendekar peserta Suran Agung.

"Ya sesuai kesepakatan, pendekar yang boleh berangkat dari cabang 15 orang, pengurus ranting 8 orang dan sub ranting 8 orang," katanya, Sabtu (22/9/2018).

Polisi telah menyiapkan 4 bus untuk mengangkut pendekar dari Ponorogo yang mengikuti Suran Agung.
 
"Pendekar yang ikut Suran Agung harus naik roda empat atau lebih tertutup," terangnya

Selain itu, pendekar dilarang ke Madiun dengan mengendarai sepeda motor. Menurutnya, mereka yang nekat berangkat tentu akan dikembalikan.

"Diluar rombongan yang kami koordinir tentu akan kami kembalikan. Makanya kami lakukan penyekatan di Madiun-Ponorogo," katanya.

Dalam hal ini polisi akan bertindak tegas menghalai pendekar di luar rombongan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Bisa saja mereka sembunyi-sembunyi. Itu yang kami antisipasi," terangnya.

Petugas polisi juga disiagakan di perbatasan di Wonogiri-Ponorogo atau tepatnya di Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

"Nah kalau perbatasan Wonogiri antisipasi pendekar Wonogiri masuk juga. Karena sesuai kesepakatan tidak boleh diluar korwil Vl, yakni, Kota Madiun, Cabang Madiun, Cabang Ngawi, Cabang Magetan, Cabang Ponorogo, Cabang Nganjuk dan Cabang Bojonegoro," terangnya.

Sementara, untuk jumlah personel, Radiant mengatakan telah menyiapkan ratusan personel yang terdiri dari 60 dari Polres Ponorogo, 20 dari TNI, 7 dari Dinas Perhubungan, 7 dari Satpol PP serta 20 petugas dari Forum Komunikasi Pencak Silat dan Bela Diri (FKPSB).

Loading...