Pixel Code jatimnow.com

Taman Zakat Luncurkan Taman Gizi, Budidaya Ayam Petelur untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
Warga memberikan pakan ayam di kandang ayam petelur program Taman Zakat, di Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Takan Zakat for JatimNow.com)
Warga memberikan pakan ayam di kandang ayam petelur program Taman Zakat, di Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Takan Zakat for JatimNow.com)

jatimnow.com - Taman Zakat terus berupaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Terbaru, lembaga filantropi ini resmi meluncurkan Program Taman Gizi – Budidaya Ayam Petelur di Dusun Dukuh Ngarès, Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu (24/8/2025).

Program tersebut lahir dari keprihatinan atas tantangan gizi dan ekonomi masyarakat. Meski asupan protein masyarakat Indonesia sudah sesuai standar WHO, kualitas protein hewani masih belum optimal. Kondisi ini makin berat dihadapi keluarga rentan, terutama janda dan pekerja informal yang jumlahnya cukup tinggi di Sidoarjo.

Sebanyak lima keluarga terpilih menjadi penerima manfaat tahap awal. Mereka mendapatkan paket bantuan berupa ayam petelur, kandang, pakan, hingga suplemen tambahan. Dengan begitu, keluarga bisa mengonsumsi telur untuk memenuhi gizi sehari-hari sekaligus menjual kelebihan hasil panen untuk menambah penghasilan.

“Program ini adalah ikhtiar nyata kami agar masyarakat tidak hanya terbantu hari ini, tapi juga bisa mandiri di kemudian hari. Ayam petelur bukan sekadar ternak, tapi sumber gizi sekaligus sumber rezeki bagi keluarga,” ujar Ziyad, General Manager Taman Zakat.

Baca juga:
ITS Kembangkan Riset Adaptasi Tanaman untuk Ketahanan Pangan

Menurut Ziyad, keberlanjutan program ini akan ditopang dengan pendampingan rutin dan monitoring ketat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga penerima manfaat benar-benar merasakan dampak positif. Harapannya, mereka bisa menjadi contoh bagi tetangga sekitar, bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari rumah sendiri,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Taman Zakat ingin membuktikan bahwa gerakan kecil bisa memberi dampak besar.

Baca juga:
PTPN I Regional 5 Gelontorkan Rp200 Juta untuk Irigasi, Petani Blitar Sumringah

“Bayangkan bila satu keluarga bisa mandiri protein hewani, lalu ditiru oleh puluhan bahkan ratusan keluarga lain. Ini bukan hanya soal telur, tapi tentang membangun ketahanan pangan dari akar rumput,” tegas Ziyad.

Dengan Program Taman Gizi – Budidaya Ayam Petelur, Taman Zakat berharap dapat mencetak keluarga-keluarga tangguh: sehat secara gizi, kuat secara ekonomi, dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.