jatimnow.com - Lembaga Advokasi Masyarakat (LADAM) membuka hotline khusus untuk memberikan pendampingan hukum kepada massa aksi yang ditangkap dan/atau ditahan oleh aparat kepolisian, terkait dengan clash yang terjadi antara peserta aksi dan polisi dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi terkini, di mana banyak demonstran ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian. LADAM menilai bahwa para peserta aksi tersebut berhak mendapatkan pendampingan hukum yang memadai.
"Sehubungan dengan situasi akhir-akhir ini di mana terjadi clash antara massa peserta aksi dan aparat kepolisian, dan terdapat massa peserta aksi yang ditangkap dan/atau ditahan oleh kepolisian, maka dengan ini kami Lembaga Advokasi Masyarakat (LADAM) membuka hotline dengan nomor HP: 081 2525 62277," demikian pernyataan resmi dari LADAM, pada Minggu (31/8/2025).
Adi Darmanto, SH., MH., salah satu anggota LADAM, menegaskan bahwa pendampingan hukum adalah hak setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum.
Baca juga:
UTM Kritisi RUU KUHAP, Dinilai Tumpang Tindih pada Kewenangan Penyidikan
"Bagi pihak-pihak yang anggota keluarganya ditangkap dan/atau ditahan oleh aparat kepolisian, dapat menghubungi nomor hotline di atas agar dapat dilakukan pendampingan hukum oleh advokat LADAM," ujar Adi Darmanto.
LADAM berharap dengan dibukanya hotline pendampingan hukum ini, para peserta aksi yang ditangkap dan ditahan dapat memperoleh bantuan hukum yang mereka butuhkan.
Baca juga:
34 OBH Terakreditasi Tanda Tangani Kontrak Adendum dengan Kemenkumham Jatim
LADAM merupakan lembaga advokasi yang terdiri dari para advokat yang memiliki komitmen untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang kurang mampu dan terpinggirkan.
Sebagaimana diketahui, beberapa hari ini aksi demonstrasi bergemuruh di sejumhlah kota di Indonesia. Di Surabaya, massa aksi juga tak tekendali. Pos Polisi dibakar, kantor Polsek Tegalsari dibakar, fasilitas dirusak, mako Polrestabes Surabaya juga tidak luput dari amuk massa. Bahkan Gedung Grahadi dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) malam.