Pixel Code jatimnow.com

Remaja di Malang Jadi Korban Bullying 3 Wanita, Dikeroyok Dekat Makam

Editor : Yanuar D  
Tangkapan layar perundungan viral di Malang (Istimewa)
Tangkapan layar perundungan viral di Malang (Istimewa)

jatimnow.com - Remaja perempuan di Kota Malang menjadi korban bullying atau perundungan oleh teman-temannya. Tindakan bullying ini diketahui terjadi di sebuah lokasi di sekitar pemakaman RW 9 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, korban di bawah umur itu dianiaya oleh tiga terduga perempuan yang masih sebayanya. Terlihat di video itu korban mengenakan kaos berwarna hitam ditampar beberapa kali oleh pelaku hingga menangis. Korban juga diancam oleh terduga pelaku dengan kata-kata ancaman hingga dikejar ketika akan kabur dari lokasi tempat perundungan.

"Timbang koen ditendangi wong telu, ayo milih sopo, (daripada kamu ditendangi orang tiga, ayo milih siapa)" kata salah satu perempuan yang ada di video tersebut.

Korbannya juga sempat beberapa kali berupaya kabur, tapi dipegangi oleh terduga pelaku lain. Aksinya ini membuat korban menangis dan meminta ampun kepada ketiga pelaku perundungan.

"Koen duwe tangan gede mosok gak gawe ngantem (kamu punya tangan besar, tetapi tidak dipakai untuk memukul)," ucap perempuan yang didengar di video tersebut.

Penelusuran di lokasi perundungan memang cukup sepi, karena berada di belakang permukiman warga. Akses hanya untuk menuju pemakaman dan berada di tepi sungai kecil.

Salah seorang warga, Desi mengonfirmasi, bahwa video yang beredar itu merupakan perundungan di wilayahnya. Video itu awalnya beredar di grup warga setempat.

"Korban perundungan tersebut merupakan warga RT 3 Kelurahan Tanjungrejo, berinisial FR. Korban masih duduk di kelas 7 di sebuah SMP swasta di Kota Malang," kata Desi, pada Kamis (13/11/2025).

Meski mengenal korbannya, dari video yang diterimanya terduga pelaku diketahui bukanlah warga sekitar. Dirinya mengaku tak mengenal ketiga perempuan yang diduga merupakan pelaku di video viral tersebut.

Baca juga:
DPR RI Desak Pelaku Kekerasan di Kampus Dihukum Maksimal

"Korbannya warga sini dan tadi kerabat dari ayah korban datang kesini menyampaikan terkait kejadian tersebut. Jadi, korban ini tinggal di rumah sama ibunya sedangkan ayahnya kerja di luar pulau. Kalau pelakunya enggak tahu darimana asalnya dan bukan warga sini," tegas dia.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukun, AKP Wardi Waluyo juga mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Terkait penanganan perkaranya, diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota. Pihaknya bersama Bhabinkamtibmas juga sudah mendatangi lokasi dan mengidentifikasi korbannya untuk meminta melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota.

"Pihak Bhabinkamtibmas telah mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan kami. Karena baik korban maupun pelaku adalah perempuan, maka langsung kami arahkan untuk ditangani oleh Unit PPA Polresta Malang Kota," ujarnya.

Menurut Wardi, korban rencana akan melaporkan kasus perundungan ini ke PPA Satreskrim Polresta Malang Kota, Kamis ini (13/11/2025) ini bersama orang tuanya.

Baca juga:
Puluhan Anak di Lamongan jadi Korban Kekerasan Selama 2025

"Rencana Kamis ini(13/11/2025), korban dan orang tuanya akan membuat laporan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota," kata Mardi Waluyo, Kamis pagi (13/11), melalui pesan singkatnya.

Di sisi lain, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota Ipda Khusnul Khatimah mengungkapkan, baik korban dan terduga pelaku sudah diketahui. Pihaknya kini juga berkoordinasi dengan Polsek Sukun dan perangkat lingkungan setempat untuk menyelidiki dugaan perundungan ini.

"Ini kami masih koordinasi lebih lanjut dengan Polsek Sukun. Tadi pihak Polsek sudah bergerak ke lokasi kejadian," ungkap Khusnul Khatimah, terpisah dikonfirmasi.

Reporter: M Aris