Pixel Code jatimnow.com

600 Ponpes dalam Bahaya! Menag Ungkap Data Rawan Tinggi, Ini Instruksi Prabowo

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan data mengejutkan terkait kondisi infrastruktur pendidikan keagamaan. Sebanyak 600 pondok pesantren (Ponpes) di seluruh Indonesia terdata memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi.

Data tersebut diperoleh pasca tragedi robohnya mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menimpa santri saat sedang salat.

Temuan ini menjadi perhatian serius setelah Presiden Republik Indonesia memberikan arahan langsung untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kehadiran langsung di lokasi kejadian untuk mendapatkan gambaran yang objektif, jauh dari laporan subjektif.

“Begitu kejadian di Sidoarjo, kami langsung ke lokasi. Ini ciri khas kita sebagai Menteri Agama. Sekecil apa pun isu itu, kita harus hadir. Jangan mendengarkan dari orang lain, nanti ada kepentingan subjektif memberikan laporan,” ujar Menag Nasaruddin Umar, usai membuka Konferensi Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Rabu (26/11/2025).

Setelah melakukan mapping atau pemetaan masalah, Kementerian Agama (Kemenag) juga berkolaborasi dengan instansi terkait untuk memastikan peristiwa ini adalah yang terakhir. Pihaknya juga memberikan bantuan darurat kepada pihak pesantren yang terdampak, termasuk kebutuhan dasar dan makanan.

“Maka, Bapak Presiden, atas arahan Bapak Presiden, sama. Jangan terjadi seperti ini lagi,” tegas Nasaruddin.

Sebagai tindak lanjut, Presiden kemudian menginstruksikan Kemenag bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan pendataan detail terhadap kondisi seluruh pesantren di Indonesia.

Dari pendataan awal tersebut, terungkaplah fakta yang memerlukan penanganan segera. “Kita catat ada sekitar 600 pondok pesantren, yang punya tingkat kerawanan yang sangat tinggi. Dan Presiden langsung berikan instruksi, itu harus diperbaiki, sebelum terbitnya korban,” ungkap Menag Nasaruddin Umar, mengutip arahan Presiden.

Baca juga:
Foto: Menjaga Nafas Para Santri, Cek Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren

Instruksi tegas ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan para santri dan memastikan kualitas infrastruktur pendidikan Islam di Indonesia. Program perbaikan ini menjadi prioritas utama Kemenag dan PUPR.

"Kita bersyukur, Presiden kita itu sangat proaktif untuk memperhatikan kepada pondok,” imbuh Menag.

Meskipun terdapat kasus kerawanan dan sempat dihadapkan pada isu-isu tertentu, Nasaruddin Umar mencatat bahwa minat masyarakat terhadap pendidikan pesantren dan madrasah justru menunjukkan tren positif.

Kasus seperti yang terjadi di Ponpes Al Khoziny, di mana mushala roboh, menunjukkan bahwa pesantren kadang-kadang menjadi objek kerawanan. Namun, hal ini tidak mengurangi kepercayaan masyarakat.

Baca juga:
KSP Tinjau CKG di Ponpes Gresik, Skrining Kesehatan Santri Diperkuat

“Sekarang buktinya bahwa, walaupun begitu, pondok pesantren sekarang ini peminatnya semakin banyak,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini banyak institusi pendidikan umum yang mengalami krisis murid, sementara madrasah dan pondok pesantren justru kebanjiran pendaftar. Hal ini, menurutnya, adalah cerminan dari penilaian objektif masyarakat.

“Masyarakat akan sangat objektif juga menilai,” pungkasnya.

Pemerintah berkomitmen agar 600 pondok pesantren dengan tingkat kerawanan tinggi ini segera mendapatkan perbaikan dan perhatian optimal, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh santri di Tanah Air.