Pixel Code jatimnow.com

Waspada! Indomaret Imbau Masyarakat Soal Penipuan Voucher Gratis

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Indomaret imbau masyarakat waspadai penipuan voucher gratis berkedok subsidi akhir tahun. (Foto: IG @indomaret)
Indomaret imbau masyarakat waspadai penipuan voucher gratis berkedok subsidi akhir tahun. (Foto: IG @indomaret)

jatimnow.com - Indomaret mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan berkedok voucher gratis dan subsidi akhir tahun yang marak beredar melalui SMS, telepon, dan WhatsApp. Perusahaan menegaskan tidak pernah mengadakan program bagi-bagi voucher gratis maupun subsidi akhir tahun.

Manajemen Indomaret menegaskan bahwa seluruh pesan berhadiah yang mengatasnamakan Indomaret dipastikan sebagai penipuan dan hoaks. Informasi resmi hanya dirilis melalui situs www.indomaret.co.id dan akun media sosial bercentang biru, bukan lewat tautan acak atau nomor pribadi di WhatsApp.

Pihak PT Indomarco Prismatama Gresik, Muput, menegaskan bahwa pesan berhadiah yang mengatasnamakan Indomaret adalah palsu.

"Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Indomaret melalui SMS, Telepon, WhatsApp, maupun media lainnya! Indomaret tidak ada program bagi-bagi Voucher Gratis atau Subsidi akhir tahun," tegasnya.

Kementerian Komunikasi dan lembaga pemeriksa fakta sebelumnya juga telah beberapa kali mengklarifikasi hoaks serupa, antara lain klaim pembagian ribuan gift voucher Indomaret dengan nilai hingga jutaan rupiah yang ternyata tidak pernah ada.

Modus penipuan Indomaret yang digunakan berulang, mulai dari link kuesioner, halaman tiruan berhadiah ulang tahun, hingga ajakan mengisi data pribadi dan mengirim kode verifikasi.

Praktisi Media Online dari Rumah Literasi Digital (RLD), Fatchur Rahman, mengomentari terkait maraknya penipuan digital.

Baca juga:
Asyik! Belanja di Indomaret Sekarang Bisa Bayar Pakai QRIS DANA

Menurutnya, pelaku penipuan online umumnya mengincar kode one time password (OTP) dan informasi sensitif untuk mengambil alih akun atau melakukan kejahatan keuangan.

"Begitu OTP diserahkan, pelaku bisa menguasai akun WhatsApp atau layanan lain dan menyasar kontak korban berikutnya. Masyarakat harus menolak permintaan OTP dalam bentuk apapun," ungkapnya.

Manajemen Indomaret meminta pelanggan segera mengakhiri komunikasi bila menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan perusahaan dan menawarkan hadiah berlebihan, apalagi jika dibarengi permintaan OTP, PIN, atau password.

Baca juga:
Tuai Polemik, Komisi B DPRD Jember Minta Toko Berjaringan di Lojejer Tak Beroperasi

Jika ragu, masyarakat diarahkan untuk melakukan konfirmasi melalui call center resmi atau kanal layanan pelanggan yang tercantum di website Indomaret.

Indomaret juga mengimbau dan menegaskan bahwa kewaspadaan publik sangat penting untuk memutus rantai penipuan.

Dengan langkah kritis dan berhati-hati, masyarakat diharapkan terhindar dari kerugian akibat jebakan voucher gratis palsu yang mengatasnamakan ritel modern tersebut.