Pixel Code jatimnow.com

Super Holding Sabhumi Barat Basra Ekspansi Besar, Buka Tiga Kantor di Surabaya

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
RM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, pengusaha nasional asal Situbondo yang dikenal dengan nama Gus Lilur. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
RM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, pengusaha nasional asal Situbondo yang dikenal dengan nama Gus Lilur. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Langkah ekspansi berskala besar dilakukan oleh HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, pengusaha nasional asal Situbondo yang dikenal dengan nama Gus Lilur. Melalui Super Holding Sabhumi Barat Basra, ia meresmikan tiga kantor baru yang tersebar di kawasan strategis Kota Surabaya.

Ekspansi ini menandai penguatan operasi empat induk perusahaan yang bernaung di bawah Sabhumi Barat Basra: Bandar Indonesia Grup (BIG), Santri Grup, Balad Grup, dan Vhandasta Grup. Masing-masing perusahaan mengelola sektor berbeda, mulai dari pertambangan, perikanan, hingga bongkar muat.

Gus Lilur menyebut Surabaya memiliki nilai sejarah sekaligus energi kota besar yang penting bagi arah bisnis ke depan.

“Surabaya ini Kota Pahlawan, ini mengilhami saya untuk mengibarkan bendera bisnis dari Surabaya. Saya total dalam ekspansi bisnis di Kota Pahlawan dan tempat lahirnya Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Bandar Indonesia Grup, yang membawahi ratusan anak perusahaan pemegang konsesi pertambangan di Jawa Timur, memutuskan memindahkan kantor pusat dari Graha Pena Ekstensi ke Gedung Graha Pena. Perpindahan ini dinilai memperkuat efektivitas pengelolaan tambang Galian C yang menjadi urat nadi bisnis BIG.

Induk perusahaan kedua, Santri Grup atau Sarana Nata Tambang Lestari Grup, akan fokus sebagai kontraktor utama seluruh konsesi BIG. Santri Grup kini berkantor di Graha Pena Ekstensi lantai 10 dan tengah memperbarui deretan alat beratnya untuk meningkatkan kualitas operasi.

Gus Lilur menargetkan Santri Grup masuk jajaran kontraktor tambang paling kompetitif di Indonesia berkat pembaruan teknologi dan alat produksi.

Baca juga:
Dana Haji Dikorupsi, Gus Lilur Minta KPK Kejar Semua Penerima Aliran Dana

Perusahaan ketiga, Balad Grup (Bandar Laut Dunia Grup), memindahkan kantor ke Pelindo Place Office Tower di kompleks Pelabuhan Tanjung Perak. Langkah ini memudahkan koordinasi bisnis perikanan dan budi daya laut mereka yang berpusat di Kangean, Sumenep.

Pemindahan ke area pelabuhan dinilai mempercepat mobilisasi logistik, terutama untuk komoditas laut yang membutuhkan rantai distribusi cepat.

Sementara itu, induk perusahaan termuda, Vhandasta Grup (Vahana Sampada Samasta), diproyeksikan menjadi pemain baru dalam sektor bongkar muat. Sejalan dengan kegiatan usahanya, Vhandasta juga menempati kantor di Pelindo Place Office Tower sebagai pusat operasional.

Baca juga:
Gus Lilur Bongkar Drama 5 Tahun 'Perang Dingin' KKP dan ESDM

Ekspansi tiga kantor baru ini menjadi persiapan strategis menghadapi tahun 2026, dengan target menggerakkan ratusan cucu perusahaan di bawah Sabhumi Barat Basra.

“Menyongsong tahun baru 2026, Super Holding Sabhumi Barat Basra menata kantor dan menyiapkan gerak laju ratusan cucu usahanya,” pungkas Gus Lilur.

Dengan struktur korporasi yang semakin rapi dan pusat operasional yang tersebar di kawasan strategis, Sabhumi Barat Basra mempertegas ambisinya menguasai rantai bisnis dari darat hingga laut.