Mahasiswa di Surabaya ini Cetuskan Game Edukasi Tanggap Bencana

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Farizal Tito

Fernandito Stanford menunjukkan game tanggap bencana hasil ciptaanya

jatimnow.com - Berlatar belakang keprihatinan bencana alam gempa bumi yang terjadi di Indonesia, Mahasiswa jurusan S1 Teknik Informatika Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS) ini membuat game komputer yang bertema penyelamatan bencana.

Fernandito Stanford (21) mahasiswa semester 8 jurusan S1 Teknik Informatika Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS) cetuskan game komputer Save Your Soul (SOS) artinya coba menyelamatkan diri sendiri saat kejadian bencana alam.

"Dalam Game save your soul itu terdapat satu karakter anak kecil perempuan yang sedang berada didalam rumah. Karakter itu akan menjalankan perintah kita untuk mencari tempat berlindung atau menyelamatkan diri," ujar Fernandito kepada jatimnow.com, Kamis (18/10/2018).

Game yang diselesaikan dalam waktu lima bulan itu,  menyuguhkan 5 skenario kejadian bencana seperti gempa bumi, kebakaran, banjir, badai dan memilih tempat untuk mengungsi dengan menggunakan seni digital berbasis 2d atau pixelart.

"Untuk cara permainnya, pemain di diperintahkan untuk mengambil tas, kemudian pemain mengambil peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk bekal saat berlindung. Saat itu pemain diberi waktu beberapa menit untuk menyelamatkan diri," kata penghobi games ini.

Putra kedua dari pasangan Hendry Alford  dan Elly Kristiana itu menjelaskan, setiap menu game bencana ini terdapat ciri khas masing-masing. Pada skenario gempa, pemain akan disuguhkan dengan gambar sebuah kamar terlihat ada goncangan disertai efek gambar retak-retak pada dindingnya.

"Saat gempa itu, karakter atau icon di minta untuk berlindung di bawah kasur. Setelah gempa selasai, karakter diminta untuk memasukkan perkakas seperti kotak P3K, maupun barang berharga lainnya ke dalam tas. Selanjutnya, menyelamatkan diri keluar rumah," paparnya.

Pada skenario kedua yaitu kebakaran, karakter anak perempuan dengan mengenakan celana hitam berbaju merah itu berada di tengah hutan. Saat itu hutan sedang dalam keadaan kebakaran.

"Menu ketiga yaitu badai itu awalnya ada berita yang tersiar di media televisi, tidak lama kemudian terjadi mati lampu. Saat itu pemain game harus mengetahui apa yang harus dilakukan. Misalnya mengambil senter dari almari,korek api untuk lilin, dan papan kayu yang dipasangkan pada jendela," paparnya.

Pada menu ke empat, bencana banjir. Dalam skenarionya banjir masuk ke dalam rumah. Maka langkah awalnya yaitu mematikan sekring, setelah itu mengambil kebutuhan makanan yang ada di  lemari es.

"Untuk mencari pertolongan agar dievakuasi, karakter harus naik ke lantai dua untuk mencari tempat lebih tinggi," jelas Dito.

Sedangkan menu ke lima, yaitu mencari tempat pengungsian. Sebelumnya pemain game harus memilih beberapa pilihan seperti tanah lapang, Mall, game center, hotel dan taman bermain.

"Dari setiap menu game, ada skoring atau penilaiannya. Semisal bisa menyelesaikan misinya akan mendapatkan nilai A hingga D. Selain itu saat peniliaian juga ada rekomendasi yang berhubungan dengan bencana-bencana tersebut," urianya.

Ia menambahkan, kedepan gamenya akan dikembangkan pada game online berbasis android yang bisa diunduh pada playstore.

"Game itu sudah saya uji cobakan pada 20 anak usia 6-10 tahun, mayoritas  mereka mengaku suka dengan game ini. Selain mudah dimainkan dan membuat penasaran," pungkasnya.










jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter