Pixel Code jatimnow.com

Kebun Silosanen Jember Serap Belasan Ribu Pekerja Borongan

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto: PTPN 1 Regional 5 saat menggelar bakti sosial (Rizal/jatimnow.com)
Foto: PTPN 1 Regional 5 saat menggelar bakti sosial (Rizal/jatimnow.com)

jatimnow.com–PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 menyebutkan jumlah pekerja borongan di Kebun Silosanen, Kabupaten Jember, mencapai belasan ribu orang. Keberadaan para pekerja tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui pergerakan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Pelaksana Tugas (Pit.) Kepala Sub Bagian Humas dan TJSL PTPN I Regional 5, M. Syaiful Rizal mengatakan isu yang sempat beredar terkait adanya warga miskin ekstrem atau karyawan BUMN yang tinggal di area perkebunan tidak sepenuhnya tepat. Pihak perusahaan memastikan bahwa mereka yang tinggal di sekitar kebun merupakan pekerja borongan dari desa-desa sekitar, bukan karyawan tetap BUMN. Keterangan “karyawan BUMN” yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagian warga bukan berasal dari data perusahaan.

“Saat proses migrasi dari KTP manual ke e-KTP beberapa tahun lalu, warga menyebut bekerja ‘di kebun’. Hal itu kemudian tercatat di KTP. Secara faktual, mereka adalah pekerja borongan, bukan karyawan PTPN,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).

Rizal menambahkan, para pekerja borongan tersebut tinggal di luar area Hak Guna Usaha (HGU) PTPN. Dengan rata-rata hari kerja mencapai 25 hari per bulan dan tingkat produktivitas yang tinggi, pendapatan pekerja borongan berpotensi setara bahkan melebihi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember. Ia juga menegaskan bahwa seluruh pekerja menerima upah secara layak, profesional, dan tepat waktu.

“Saat ini terdapat belasan ribu pekerja borongan di wilayah Kebun Silosanen. Mereka berasal dari enam desa sekitar kebun, yakni Desa Silo, Harjomulyo, Pace, Mulyorejo, Sidomulyo, dan Sumberjati,” jelasnya.

Terkait anggapan bahwa warga tinggal “di tengah kebun”, Rizal menerangkan bahwa hal tersebut muncul karena lokasi permukiman yang berbatasan langsung dengan areal HGU Silosanen.

“Untuk menuju rumah warga memang harus melewati jalan kebun, sehingga terkesan berada di tengah perkebunan,” tambahnya.

Baca juga:
Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Jember Terbanyak Nasional, Ini Kata BKN

Sementara itu, Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan PTPN I Regional 5, R.I. Setiyobudi, menyampaikan bahwa keberadaan PTPN I Regional 5 memberikan dampak signifikan terhadap penyediaan lapangan kerja padat karya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember.

“Dengan menyerap belasan ribu pekerja borongan, PTPN mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja tanpa persyaratan khusus seperti pendidikan, pengalaman, maupun keterampilan tertentu,” ungkap Setiyobudi.

Selain membuka lapangan kerja, PTPN I Regional 5 juga secara konsisten menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, perusahaan telah menyalurkan bantuan TJSL di Kabupaten Jember senilai Rp851,5 juta.

Baca juga:
DPRD Jatim Segera Tangani Sungai Penyebab Banjir yang Rendam Rumah Warga di Jember

“Program TJSL meliputi pembagian sembako, bedah rumah, pembangunan fasilitas umum dan sosial, bantuan penanganan stunting, hingga program mudik gratis bersama BUMN,” terangnya.

Manajemen PTPN I Regional 5 memastikan seluruh program sosial dan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh manfaat optimal dari keberadaan perusahaan,” pungkasnya.