jatimnow.com-Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember tidak hanya menjalin kerja sama di tingkat internasional, tetapi juga memperkuat kolaborasi di dalam negeri. Langkah tersebut ditegaskan dalam acara wisuda ke-XVI yang digelar di salah satu aula hotel di Kabupaten Jember, Sabtu (13/12/2025).
Ketua STIA Pembangunan Jember, Dr. Nungky Viana Feranita, menyampaikan bahwa kunci utama perguruan tinggi terletak pada penjaminan mutu yang dijalankan secara konsisten.
“Perguruan tinggi itu kata kuncinya ada di penjaminan mutu. Beberapa aspek penjaminan mutu, khususnya siklus PPEPP, kami jaga dengan baik, terkait tiga kegiatan utama perguruan tinggi, yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
STIA Pembangunan Jember menjamin kualitas Tri Dharma, mulai dari proses, output, hingga outcome yang dihasilkan. Terkait kerja sama internasional, Nungky menjelaskan adanya pergeseran paradigma pendidikan tinggi, dari konsep kampus merdeka menuju kampus berdampak. Konsep tersebut mendorong perguruan tinggi untuk melakukan internasionalisasi dan memenuhi standar nasional maupun global.
“Dalam kampus berdampak, kami wajib melakukan internasionalisasi. Karena itu, seluruh rangkaian proses Tri Dharma melibatkan mitra internasional,” jelasnya.
Sejumlah mitra luar negeri STIA Pembangunan Jember berasal dari berbagai negara, antara lain China, Amerika Serikat, Belanda, Malaysia, Thailand, dan Timor Leste.
Namun demikian, Nungky menegaskan bahwa kerja sama tidak hanya dilakukan lintas negara, tetapi juga dengan mitra domestik di dalam negeri.
Baca juga:
Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Jember Terbanyak Nasional, Ini Kata BKN
“Kami juga menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri, masyarakat, serta pemerintah. Kerja sama pemerintahan tidak hanya di Kabupaten Jember, tetapi juga dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo,” sebutnya.
STIA Pembangunan Jember juga berencana menambah Program Studi (prodi) baru sebagai bagian dari pengembangan institusi. Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap pemenuhan persyaratan administratif dan sumber daya manusia.
“Mohon doanya semua. Target kami, dari dua prodi yang ada saat ini, akan menambah tiga prodi baru sekaligus beralih bentuk. Insyaallah kami eksekusi pada tahun 2026,” tegasnya.
Sementara itu, istri Bupati Situbondo, Husna Laili, yang hadir mewakili Bupati Situbondo, membenarkan adanya kerja sama domestik antara STIA Pembangunan Jember dan Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Baca juga:
DPRD Jatim Segera Tangani Sungai Penyebab Banjir yang Rendam Rumah Warga di Jember
“Pemkab Situbondo dan STIA Pembangunan Jember telah menandatangani nota kesepahaman (MoU). Diharapkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dilaksanakan di lingkungan Pemkab Situbondo,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Situbondo membuka peluang luas bagi STIA Pembangunan Jember untuk menjadikan wilayahnya sebagai lokasi penelitian, kuliah kerja nyata (KKN) tematik, magang, dan kegiatan akademik lainnya.
“Kami yakin pembangunan di kabupaten dapat berhasil dan berkelanjutan melalui kolaborasi. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan akademisi, OPD, media, pengusaha, dan masyarakat,” pungkasnya.