Pixel Code jatimnow.com

Dana MBG Belum Cair, SPPG Sumberejo Jember Berhenti Operasional

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto: Surat pemberitahuan penghentian operasional SPPG Sumberejo Jember (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Surat pemberitahuan penghentian operasional SPPG Sumberejo Jember (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember berhenti beroperasi sementara. Hal ini dikarenakan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belim cair.

"Sekarang kendala dana, atau mungkin karena mau tutup tahun, anggaran sudah menipis mungkin. Insyallah mau dicairkan tahun depan, informasinya awal tahun," kata Kepala SPPG Sumberejo, Dimas Widia Adi Nugroho, Rabu (17/12/2025).

Sejak beroperasi mulai 10 November lalu, belum pernah ada keterlambatan pencairan dana operasional MBG di tempatnya. Tidak hanya di SPPG Desa Sumberejo saja, keterlambatan pencairan dana ini juga dialami sejumlah SPPG lain.

"Belum pernah, sejak beroperasi 10 November 2025. Untuk saat ini juga banyak dapur-dapur lain yang ada keterlambatan, ada di Mumbulsari, Gumukmas, Lumajang juga ada, banyak kok. Itu hanya sementara saja," sebutnya.

Baca juga:
Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Jember Terbanyak Nasional, Ini Kata BKN

Dimas belum tahu alasan secara pasti keterlambatan dana operasional di SPPG nya. Apa karena menjelang libur pelajar di Natal dan Tahun Baru atau pertengah semester dan sebagainya.

"Nggak juga. Kalau libur masih didistribusikan nanti, ini nunggu perintah. Kalau distribusikan itu nanti menu kering, ada kesepakatan dari sekolah dan wali muridnya yang ambil," jelasnya.

Baca juga:
DPRD Jatim Segera Tangani Sungai Penyebab Banjir yang Rendam Rumah Warga di Jember

Setiap hari di SPPG Sumberejo sendiri mensuplai kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 2.455 penerima. Dengan adanya keterlambatan dana, otomatis puluhan karyawan atau relawan sementara juga diliburkan sejak 17 Desember 2025.

"Karyawan libur, karena bahan baku yang mau diolah tidak ada. Dan untuk beli bahan kan harus ada dana juga. Ada 47 karyawan (relawan) 50 sama kepala SPPG, akutansi dan ahli gizi," pungkasnya.