jatimnow.com - Ancaman narkotika di Jawa Timur memasuki fase mengkhawatirkan dengan menyasar anak-anak usia sekolah menengah pertama (SMP).
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mencatat fenomena ini bukan lagi sekadar isu, melainkan fakta yang ditemukan di lapangan melalui berbagai modus operandi baru yang makin canggih.
Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol. Budi Mulyanto, mengungkapkan bahwa para pengedar kini memanfaatkan teknologi digital untuk mendekati korban.
Platform game online hingga media sosial beralih fungsi menjadi sarana memesan, mendistribusikan, hingga membuat janji temu untuk transaksi barang haram tersebut.
"Sudah terindikasi kuat. Kami melakukan analisa digital terhadap platform media sosial dan aplikasi yang disalahgunakan," kata Budi ketika rilis akhir tahun 2025 di kantor BNNP Jawa Timur, Jumat (19/12/2025).
Data BNNP Jatim menunjukkan tren penggunaan narkotika di kalangan remaja di bawah 18 tahun cukup tinggi. Dari kategori pengguna mandiri (voluntary), anak laki-laki menyumbang angka 22,28 persen, sementara anak perempuan mencapai 17,08 persen.
Fakta di lapangan menunjukkan narkotika tidak lagi hanya berputar di kalangan mahasiswa atau siswa SMA. Anak-anak SMP pun sudah mulai mengenal dan terpapar barang terlarang ini.
Hal itu terungkap setelah jajaran BNNP berkolaborasi dengan kepolisian melakukan investigasi di lingkungan pendidikan.
Modus yang digunakan pun makin beragam, termasuk menyusup melalui cairan vape. Budi menyebut teknologi terbaru memungkinkan zat narkotika diubah menjadi cairan yang sulit dideteksi secara kasat mata.
Baca juga:
BNNP Jatim Razia 9 RHU Surabaya, 28 Pengunjung Positif Narkoba
"Vape itu metode oksidasi dengan teknologi terbaru yang sekarang mulai digunakan untuk menyamarkan narkotika," tuturnya.
Tahun 2025 menjadi periode dengan lonjakan pengungkapan kasus yang signifikan. Jumlah barang bukti yang disita kini menyentuh satuan ton, naik drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar di satuan kilogram.
Salah satu pengungkapan terbesar berasal dari jaringan yang melibatkan warga ber-KTP Ponorogo dengan tujuan distribusi ke wilayah Jawa Timur.
Budi mengeklaim peningkatan angka tangkapan ini merupakan hasil dari strategi aktif petugas di lapangan, bukan karena banyaknya laporan sukarela dari keluarga pengguna.
Baca juga:
BNNP Jatim Temukan Bong di Truk, 4 Driver Antar Pulau Terindikasi Pakai Narkoba
"Hampir tidak ada keluarga yang melapor secara sukarela. Keberhasilan ini bergantung pada keaktifan petugas kami melakukan how to research untuk mengungkap jaringan," tegas Budi.
Menghadapi tahun 2026, BNNP Jatim bakal memperkuat kolaborasi antara metode konvensional, pemanfaatan digital, hingga penggunaan satwa K-9. Fokus utamanya adalah membuat para pengedar takut dan bertobat, sementara para pengguna narkoba didorong untuk pulih.
Budi memberikan jaminan keamanan bagi keluarga yang mau membawa anggotanya untuk menjalani rehabilitasi. Ia menegaskan bahwa pengguna yang datang secara sukarela tidak akan dijatuhi hukuman pidana.
"Saya jamin, selama yang membawa untuk rehabilitasi adalah diri sendiri atau keluarga, mereka tidak akan dihukum. Beda ceritanya kalau ditangkap oleh penyidik, proses hukum tetap berlaku," pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-81256-waspada-game-online-dan-vape-jadi-pintu-masuk-narkoba-ke-anak-smp