Pixel Code jatimnow.com

BNNP Jatim Temukan Bong di Truk, 4 Driver Antar Pulau Terindikasi Pakai Narkoba

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
BNNP Jatim bersama tim gabungan razia mendadak yang digelar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Foto: BNNP Jatim for JatimNow.com)
BNNP Jatim bersama tim gabungan razia mendadak yang digelar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Foto: BNNP Jatim for JatimNow.com)

jatimnow.com - Jalur logistik laut yang menghubungkan Jawa dan NTB ternyata menyimpan celah kerawanan fatal. Dalam razia mendadak yang digelar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengungkap fakta mengejutkan mengenai adanya pengemudi kendaraan niaga yang nekat beroperasi di bawah pengaruh narkotika.

Operasi deteksi dini ini menyasar 48 orang, terdiri dari pengemudi (driver) dan penumpang. Hasilnya, empat orang sopir logistik antar-pulau teridentifikasi positif menyalahgunakan narkotika jenis sabu.

Kepala BNNP Jatim, Brigjenpol Budi Mulyanto, menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah krusial untuk memutus rantai peredaran gelap di kawasan pelabuhan yang memiliki mobilitas sangat tinggi.

"Kawasan pelabuhan adalah pintu masuk vital sekaligus area yang rawan penyalahgunaan. Kami bergerak bersama instansi terkait untuk memastikan sistem transportasi kita benar-benar aman, sehat, dan yang terpenting, bersih dari narkoba," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan urin dan penggeledahan, petugas menemukan bukti yang memperkuat indikasi penyalahgunaan. Keempat pria yang terjaring berinisial S (39), A (32), D (30), dan A (24). Mereka merupakan pengemudi rute lintas provinsi seperti Surabaya–Lombok dan Malang–Lombok.

Baca juga:
BNNP Jatim Razia 9 RHU Surabaya, 28 Pengunjung Positif Narkoba

Mirisnya, dari kendaraan milik A (24), driver rute Lombok–Surabaya, petugas menemukan alat isap sabu atau bong. Berdasarkan pengakuan para pelaku, serbuk haram tersebut didapatkan dari wilayah berbeda, mulai dari Lombok hingga kawasan Dampit, Kabupaten Malang.

Meski terbukti positif, keempat driver tersebut tidak langsung dijebloskan ke sel tahanan. BNNP Jatim mengedepankan pendekatan pemulihan agar para pelaku tidak kembali terjerumus dalam lingkaran hitam narkotika.

"Sebagai tindak lanjut, keempat penyalah guna ini akan menjalani program tele-rehabilitasi. Ini adalah layanan rehabilitasi jarak jauh sesuai standar medis untuk mendukung pemulihan mereka secara terpantau," jelas Brigjenpol Budi Mulyanto.

Baca juga:
Waspada! Game Online dan Vape Jadi Pintu Masuk Narkoba ke Anak SMP

Keberhasilan operasi ini tak lepas dari kolaborasi solid antara BNNP Jatim dengan PT Pelindo III, Bea Cukai (DJBC) Jatim I, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Operasi gabungan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku industri transportasi. BNNP Jatim berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan di titik-titik rawan guna melindungi masyarakat dari risiko kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh pengemudi pengguna narkoba.