jatimnow.com - Jarak dan keterbatasan geografis bukan penghalang bagi siswa di kepulauan untuk mengukir prestasi nasional. SDIT Al Huda Bawean membuktikannya dengan menyabet Juara 2 Lomba Iklim Kwarda Jawa Timur 2025, sebuah kompetisi ketat yang diikuti 1.500 peserta dari berbagai penjuru tanah air.
Kemenangan ini diraih setelah para siswa konsisten menjalankan berbagai aksi nyata untuk lingkungan selama 21 hari nonstop. Mereka ditantang menggerakkan ekosistem sekolah dan masyarakat sekitar dalam program edukatif yang berfokus pada keberlanjutan bumi.
Keberhasilan ini tak lepas dari kawalan ketat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gresik serta dukungan penuh Kwartir Ranting (Kwarran) Sangkapura. Sinergi ini memastikan setiap aksi iklim yang dilakukan siswa berjalan terukur dan berdampak nyata bagi lingkungan Bawean.
Kepala SDIT Al Huda Bawean, Rissky Wahyu Saputra, mengaku terharu dengan kedisiplinan para siswanya. Menurutnya, capaian ini menjadi validasi bahwa pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang ditanamkan sejak dini mampu membuahkan hasil luar biasa.
"Alhamdulillah, kerja keras siswa, guru, dan dukungan orang tua membuahkan hasil. Bersaing dengan 1.500 peserta bukan hal mudah. Ini bukti nyata bahwa anak-anak kita punya kepedulian tinggi terhadap masa depan bumi," ujar Rissky.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Daarul Fikri, Ustadzah Elia Puspa, melihat prestasi ini sebagai cerminan pendidikan yang seimbang.
Baca juga:
Bikin Geleng Kepala, Murid SD Bawean Angkat 'Warisan' Sampah Plastik 34 Tahun
Penanaman nilai iman dan ilmu yang dipadukan dengan aksi nyata di lapangan terbukti melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga peka terhadap isu global.
Perjalanan meraih trofi nasional ini penuh tantangan. Guru pendamping kegiatan, Ustadzah Kinanti Safitrin Naja, menceritakan bagaimana para siswa harus menjaga semangat agar tidak kendor selama tiga pekan penuh tantangan.
"Mereka belajar tentang arti tanggung jawab dan konsistensi. Menjaga lingkungan itu butuh perjuangan panjang, dan hasil ini merupakan buah manis dari proses yang anak-anak jalani dengan penuh peluh," kata Kinanti.
Baca juga:
Anak Bawean Lukis Laut, Berharap Bawa Pulang Piagam Internasional
Kebahagiaan terpancar dari raut wajah para peserta, salah satunya Faiqotur Riyasah IzzIyah. Bagi Faiqotur dan rekan-rekannya seperti Meilina Elistalita Syahbani, lomba ini memberikan perspektif baru bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari tindakan sederhana setiap hari.
Prestasi SDIT Al Huda Bawean kini menjadi simbol bagi sekolah-sekolah di wilayah kepulauan lainnya. Mereka membuktikan bahwa inovasi dan kolaborasi mampu meruntuhkan sekat geografis, sekaligus mencetak agen perubahan yang siap menjaga kelestarian bumi di masa depan.