jatimnow.com-Persita Tangerang berhasil mencuri tiga poin dari Stadion Kanjuruhan Malang, markas Arema FC. Kemenangan 0 - 1 itu juga memperpanjang rekor tak pernah menang Arema FC di kandang sendiri sejak September 2025 lalu.
Satu gol dari pemain pengganti Andrejic Aleksa menit 90 sudah cukup membuat Arema FC menderita di kandang sendiri. Menariknya gol itu tercipta justru ketika Persita bermain 10 orang sejak menit 69, usai Andrean Benyamin Rindorino dikartu merah wasit Asep Yandis.
Sepanjang pertandingan memang Persita Tangerang memang diserang habis-habisan. Namun perubahan dilakukan Pendekar Cisadane, julukan Persita ketika bermain 10 pemain, sehingga bermain lebih taktis dan efisien dalam penyerangan.
Arema FC nyaris dibuat frustasi dengan kokohnya pertahanan tim tamu. Namun sekali serangan berawal dari kesalahan Muhammad Rafli dalam menguasai bola dan direbut lawan berbuah petaka. Pemain pengganti Andrejic Aleksa menit 90 memaksa Arema FC menelan kekalahan di kandangnya.
Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena mengakui, ia memanfaatkan betul pergantian pemain setelah menerima kartu merah dan bermain 10 orang. Masuknya Dejan Racic, Andrejic Aleksa, dan Aep Nursofyan menit 82 secara bersamaan mengubah skema.
"Di pergantian terakhir kita manfaatkan tiga pemain, saya masukkan Dejan, Aleksa, dan Aep. Saya tahu kualitas Dejan, dengan kualitas kita bisa memanfaatkan itu dan bisa membuat pertandingan lebih baik," ungkap Carlos Pena, seusai laga pada Selasa malam (30/12).
Baca juga:
Jelang Derbi Jatim, Ribuan Persik Mania Beri Motivasi Macan Putih di Stadion GDJ Kediri
Baginya tiga poin di laga tandang melawan Arema FC memang sangat berharga. Apalagi timnya bertandang ke Malang tidak diperkuat Pablo Garnet dan kapten tim Muhammad Toha. Alhasil tanpa diperkuat keduanya, ia harus mengubah gaya main, terlebih ketika harus mengganti pemain saat babak pertama memasuki menit 10 bermain 10 pemain dari menit 69.
"Kita harus survive dengan fakta yang terjadi di lapangan (menerima kartu merah). Saya bangga dg pemain saya bisa bermain dan kerja keras sampai menit terakhir dan mendapatkan tiga poin. Ini poin yang sangat berharga buat kita," kata pelatih asal Spanyol ini.
Meski menang, pelatih berusia 42 tahun itu masih punya satu pekerjaan rumah yaitu menstabilkan penampilan Hokky Caraka, penyerang Persita Tangerang dan Timnas Indonesia U-23. Hokky sendiri di pertandingan melawan Arema FC mendapatkan satu peluang emas saat berhadapan dengan penjaga gawang Lucas Frigeri di menit 62, tapi gagal dikonversi gol.
Baca juga:
Arema FC Pinjamkan M Rafli Pasca Blunder Berujung Kekalahan di Stadion Kanjuruhan
"Saya kira dia (Hokky Caraka) harusnya bisa termotivasi untuk bisa mencetak gol, dia juga punya peluang untuk bisa mencetak gol. Tapi dia terlalu lama untuk berpikir, ketika berhadapan dengan penjaga gawang sehingga dia gagal mencetak gol," tukasnya.
Bagi Persita Tangerang kemenangan 0 - 1 di kandang Arema FC membuat posisinya naik ke peringkat lima klasemen sementara. Pendekar Cisadane, julukan Persita Tangerang meraih lima besar. Tim asuhan Carlos Pena itu meraih 25 poin hasil dari 7 kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.
Sedangkan, Arema FC ini membuat posisinya melorot ke peringkat 11 klasemen sementara Super League musim 2025 - 2026. Singo Edan meraih 18 poin, hasil dari empat kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan.