Pixel Code jatimnow.com

Harga Tiket Murah, Pengunjung Bisa Menikmati Keindahan Dua Pantai di Jember

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto: Pengunjung saat masuk ke kawasan wisata Pantai Watu Ulo dan Papuma di Jember. (Diskominfo/jatimnow.com)
Foto: Pengunjung saat masuk ke kawasan wisata Pantai Watu Ulo dan Papuma di Jember. (Diskominfo/jatimnow.com)

jatimnow.com-Mulai 2 Januari 2026 tiket wisata Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma di Kabupaten Jember telah terintegrasi. Pengunjung kini cukup membayar Rp12.500 untuk masuk ke kawasan dua wisata ikonik yang terletak di Kecamatan Ambulu tersebut. Kebijakan ini dikeluarkan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Jember ke-97. Para pengunjung kini bisa menikmati dua wisata sekaligus, cukup dengan membayar satu tiket.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember, Bobby Arie Sandy menyatakan, kebijakan tiket satu pintu ini merupakan realisasi MoU yang telah disepakati sebelumnya. Yakni, antara Bupati Jember dan Direktur Utama Perum Perhutani.

"Ini adalah kado spesial bagi masyarakat Jember. Kami menerapkan tiket integrasi ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung," ujarnya, Sabtu (3/01/2025).

Penerapan tiket baru ini juga dilengkapi dengan sistem pembayaran daring (online) untuk meminimalisir kebocoran pendapatan. Bobby menjelaskan, data kunjungan kini dapat dipantau secara real-time melalui dasbor digital.

"Hingga pukul 13.00 WIB di hari pertama pemberlakuan, tercatat sudah ada sekitar 2.400 wisatawan yang masuk ke kawasan tersebut," ungkapya.

Baca juga:
Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Jember Terbanyak Nasional, Ini Kata BKN

Meskipun baru dimulai, Bobby menjelaskan, Pemkab Jember telah menyiapkan rencana besar untuk pengembangan infrastruktur pada 2026. Fokus utama mencakup pembangunan loket otomatis dan palang pintu elektrik di area tengah dan depan hingga penyediaan layanan shuttle gratis dari dinas perhubungan bagi wisatawan yang menggunakan bus, mengingat akses jalan tertentu yang tidak memungkinkan untuk kendaraan besar.

Lebih dari sekadar kemudahan akses, Bobby menekankan tujuan jangka panjang dari kolaborasi ini adalah pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, sektor UMKM dan jasa transportasi lokal seperti ojek wisata akan diintegrasikan dalam ekosistem pariwisata yang baru.

"Target utama kami adalah menurunkan angka kemiskinan melalui sektor pariwisata. Jika kunjungan stabil dan meningkat, warga di sekitar Ambulu dan Wuluhan akan merasakan dampak ekonominya secara langsung. Kami akan mendata dan menggandeng mereka agar terlibat aktif," tuturnya.

Baca juga:
DPRD Jatim Segera Tangani Sungai Penyebab Banjir yang Rendam Rumah Warga di Jember

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai durasi kebijakan ini, Bobby juga menegaskan integrasi tiket ini diproyeksikan berlaku secara permanen, bukan sekadar promo masa liburan. Meskipun kontrak kerja sama (PKS) saat ini berdurasi dua tahun, terdapat klausul perpanjangan yang akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan manfaat berkelanjutan bagi warga Jember.

"Pemerintah juga berkoordinasi erat dengan pihak Muspika Ambulu dan Wuluhan, TNI, Polri, Satpol PP, hingga BPBD untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama masa transisi ini," pungkasnya.