jatimnow.com - Muhammad Rafli, pemain Arema FC dipinjamkan ke Deltras Sidoarjo. Rafli sebelumnya disorot dari sisi penampilan pasca blunder di laga melawan Persita Tangerang yang berbuah gol lawan yang dicetak oleh Andrejic Aleksa menit 90, hingga Arema FC kalah 0-1 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Selama ini memang Rafli kerap menjadi penghangat bangku cadangan. Tapi gelandang serang berusia 27 tahun itu biasa dimainkan di babak kedua, meskipun secara penampilan dianggap kurang memuaskan. Sosoknya sebagai menantu Owner Arema FC Iwan Budianto, membuatnya kerap jadi perhatian Aremania.
Secara statistik memang pesepakbola jebolan Aji Santoso Football Academy (ASIFA) ini hanya bermain lima laga Super League musim 2025/2026, dengan 11 menit bermain.
Sementara sejak memperkuat Arema FC pada musim 2016 - 2017, Rafli sudah bermain selama 159 pertandingan, baru mencetak 11 gol dan 10 assist. Performanya itu dianggap kurang bersinar dan jauh dari ekspektasi sebagai juru gedor, sehingga dipinjamkan ke Deltras Sidoarjo.
Namun, Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos membantah, peminjaman Rafli karena blunder fatalnya pada lawan Persita Tangerang. Menurutnya, kebijakan peminjaman Rafli itu karena untuk menambah menit bermain sang pemain, yang mungkin sulit didapatkan jika ia tetap berada di bangku cadangan Arema saat ini.
Baca juga:
Jelang Derbi Jatim, Ribuan Persik Mania Beri Motivasi Macan Putih di Stadion GDJ Kediri
"Rafli telah memainkan peran penting dalam sejarah Arema FC baru-baru ini. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Marcos Santos, dalam keterangannya, Senin (5/1/2025).
Menurutnya, secara loyalitas dan tanggung jawab bersama Arema FC, Rafli tidak pernah diragukan lagi. Bahkan pelatih berusia 48 tahun itu menyebut, Rafli membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuad, terlebih setelah Tragedi Kanjuruhan, yang mengubah jalan cerita Singo Edan.
"Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuad. Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf pelatih, manajemen, dan para penggemar," tambahnya.
Baca juga:
Aremania Hadang Bus Arema FC Usai Gagal Menang di Stadion Kanjuruhan Malang
Tapi pihaknya memang terpaksa membuat keputusan meminjamkan Rafli di tengah kontraknya dengan Arema FC yang masih tersisa. Keputusan diambil melihat persaingan di skuad Arema FC yang cukup ketat, apalagi di posisi serupa masih ada nama-nama seperti Valdeci, Ian Puleio, hingga pemain muda macam Arkhan Fikri.
"Saat ini, karena meningkatnya persaingan dalam skuad dan terbatasnya kesempatan bermain, klub percaya bahwa keputusan terbaik adalah mengizinkan Rafli bergabung dengan klub lain dengan status pinjaman, sehingga ia dapat memperoleh menit bermain reguler dan melanjutkan pengembangan profesionalnya," tegas Marcos.