jatimnow.com - Kasus tendangan kungfu yang menimpa pemain Perseta 1970 Tulungagung mendapat perhatian penuh dari manajemen. Pasca pertandingan, Firman Nugraha dibawa ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil foto rontgen, diketahui terdapat retakan di bagian tulang rusuk bawah. Saat ini Firman masih menjalani masa observasi dari tim medis.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi mengatakan pemain berposisi sebagai gelandang ini mendapat tendangan kungfu di bagian dada pada menit ke 72. Firman sempat mengalami kejang-kejang dan mendapat perawatan medis di mobil ambulance. Namun Firman merasa sudah kembali fit dan menolak dibawa ke rumah sakit.
“Namun pada malam hari Firman mengirim WA mengaku sesak nafas, langsung kita bawa ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk diperiksa," ujarnya, Selasa (6/1/2025).
Dari hasil pemeriksaan dan foto rontgen, ditemukan adanya retakan pada tuluang rusuk bawah. Pihak manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan. Saat ini Firman masih bersama tim di Bangkalan. Namun pemain ini dilarang untuk datang dan ikut latihan bersama tim. Selain itu Firman juga masih dalam tahap observasi.
Baca juga:
Askab PSSI Serahkan Langkah Hukum ke Manjemen Perseta 1970 Tulungagung
“Sengaja tidak kita pulangkan terlebih dahulu, biar sama tim karena ini bentuk tanggung jawab kami, proses observasi masih berlangsung," tuturnya.
Rudi mengakui kejadian ini berpengaruh terhadap mental pemain. Perseta 1970 Tulungagung diketahui sedang dalam motivasi tinggi untuk dapat lolos dari babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur. Namun setelah peristiwa tersebut mental pemain sedikit kendor. Pihak manajemen sendiri menegaskan keselamatan pemain adalah hal utama dalam kompetisi apapun.
Baca juga:
Komdis Asprov PSSI Jatim Berikan Sanksi Tegas Kepada Pemain Putra Jaya Pasuruan
“Kita bertanggungjawab penuh terhadap pemain kami, keselamatan pemain adalah hal yang paling utama," pungkasnya.