Mewaspadai Perayu Lelaki di Medsos, Korban Jadi Mesin ATM

Editor: Budi Sugiharto / Reporter: Irul Hamdani

Ilustrasi/Foto: Istimewa

jatimnow.com - Berhati-hati dalam bergaul di media sosial (medsos) sangat diperlukan. Sekarang ini, pelaku kejahatan siber dengan beragam modus bergentayangan.

Terutama, jangan mudah terayu atau sebaliknya. Jika lengah, bisa jadi kamulah giliran yang jadi korban.

Dari penelusuran jatimnow.com, ada empat cerita tentang korban dari akun perempuan yang sengaja menjebak kaum lelaki di Banyuwangi. Korbannya beragam latar belakangnya, dari pejabat pemerintah, kepala sekolah, karyawan swasta hingga pegawai bank.

Dari empat kejadian yang nyaris semua tidak terpublikasi, itu rata-rata berawal dari menjalin pertemanan di Facebook dengan sebuah akun  yang bermodal foto profil perempuan 'cantik'.

Awalnya berteman biasa, kemudian akun perempuan perayu itu mulai memainkan jurusnya. Umpan pun ditebar. Dia mulai menyapa melalui chat personal atau japri alias jalur pribadi. Jika sang korban termakan umpannya, maka rayuan maut semakin memikat korbannya.

Tanpa disadari pelaku mendokumentasikan riwayat percakapan, apalagi korban mengajak kopi darat atau berlanjut ke check in di hotel untuk menumpahkan nafsu birahinya.

Singkat kata, korban digiring ke dalam jebakan. Perbuatan mesum yang sudah dilakukan kemudian dipakai pelaku sebagai bahan obrolan dengan korban melalui chat.

Lagi-lagi, jejak percakapan akan didokumentasikan pelaku. Disimpan sebagai senjata dan akan digunakan disaat waktunya tiba. Apa itu? Pada saatnya korban diperas dengan ancaman perselingkuhan itu akan diungkap. Malu kan?

Jika sudah demikian, maka korban baru tersadar jika masuk jebakan. Korban menjadi mesin ATM bagi pelaku. Meminta sejumlah uang setiap saat, ada juga yang menuntut dijatah uang secara bulanan.

Namun ada juga korban yang tersadar saat proses jebakan baru separuh jalan. Korban tidak meladeni ajakan pelaku untuk membawa urusan ranjang dalam percakapan melalui chatting.

RS misalnya. Profesional muda nyaris jadi mesin ATM jika tidak melawannya. Ia mengaku pernah menjadi korban rayuan maut yang berbuntut teror.

"Saya berbulan-bulan diganggu sama wong edan ini. Diancam macam-macam bentuknya," ujar RS sambil memperlihatkan SMS pelaku bernada ancaman kepada jatimnow.com, Jumat (18/10/2018).

Bahkan, kenang RS, pelaku nekad mengirim pesan singkat ke nomor layanan kantornya. Pesan itu mengumbar cerita vulgar yang menyudutkannya.

"Beberapa kali saya dipaksa untuk ketemu. Saya turuti, saya ajak bicara baik-baik," katanya.

Namun hal itu justru membuat pelaku semakin merasa di atas angin.

"Saya ancam laporkan ke polisi, biar urusan sama hukum. Lagian, transaksi diawal jual beli, kenapa saya jadi diperas," tutupnya seraya berpamitan.

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter