Pixel Code jatimnow.com

PDI Perjuangan Jember Tanam Pohon, Lambang Terciptanya Manusia Dengan Alam

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto: Aksi tanam 1.053 pohon PDI Perjuangan Jember (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Aksi tanam 1.053 pohon PDI Perjuangan Jember (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-DPC PDI Perjuangan Jember mengadakan kegiatan menanam 1.053 pohon di dua tempat yang memiliki letak strategis. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta hubungan manusia dengan alam dan lingkungan yang harmonis.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto menyampaikan, negara ini dibangun dengan nafas Tri Hita Karana. Dimana keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan) menjadi fondasi kehidupan.

"Sebuah harmoni kosmis yang mengikat segala lini pemerintahan, pembangunan, dan peradaban dalam simpul suci yang tak terpisahkan dari kebaikan semesta," ujarnya, Senin (19/1/2026).

PDI Perjuangan Jember menjalankannya dengan melakukan penanaman 1.053 pohon yang menandakan seribu harapan akan masa depan ekologis yang harmoni.

"Lima puluh tiga sebagai penanda lima puluh tiga tahun Usia PDI Perjuangan. Dilaksanakan di dua tempat yang merupakan wilayah hulu dan hilir sungai sumber kehidupan," tuturnya.

Baca juga:
Dam Pelimpah Sungai Tanggul Jember Ambrol, Penyedia Terancam Blacklist

Kegiatan ini adalah penciptaan rasa sadar dalam masa yang panjang. Kemampuan untuk melihat satu dekade kedepan dan bertindak selaras hari ini.

"Mari kita menanam, Menanam budi pekerti, Menanam akal sehat, Menanam Keberanian, Menanam tanaman untuk kehidupan," tegasnya.

Adapun lokasi penanaman 1.053 pohon, yakni di sungai hulu yang terletak di Desa Suco Kecamatan Mumbulsari dan titik hilir yang terletak di Sungai Desa Paseban Kecamatan Kebcong Jember.

Baca juga:
Penerbangan Bandara Notohadinegoro Jember juga Diminati Penumpang Luar Daerah

Dengan kegiatan ini, kata Widarto, terjadinya bencana alam dapat diminimalisir di masa akan datang. Langkah nyata merawat lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang digelar pada 10-12 Januari lalu.

"Salah satu poin penting hasil Rakernas kemarin adalah perintah untuk merawat bumi atau merawat Pertiwi," pungkasnya.