Pixel Code jatimnow.com

Gegara Uang Rp75 Ribu Hilang, Oknum Guru di Jember Telanjangi Murid

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Oknum guru tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Dispendik Jember. (tangkapan layar video)
Oknum guru tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Dispendik Jember. (tangkapan layar video)

jatimnow.com - Ulah seorang oknum guru di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Jelbuk, Jember, menuai kecaman. Ia diduga menelanjangi muridnya gegara merasa kehilangan uang Rp75 ribu.

Aksi tak pantas itu viral di media sosial setelah videonya beredar luas. Wali murid dari siswa yang menjadi korban pun mendatangi sekolah dan melayangkan protes keras terhadap oknum guru berinisial FT tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut FT merupakan guru PPPK yang bertugas di SDN 02 Jelbuk. Pihaknya telah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, FT mengaku nekat melakukan tindakan tersebut karena merasa kehilangan uang berkali-kali.

“Menurut keterangan yang bersangkutan, sebelumnya ia kehilangan Rp200 ribu pada Senin lalu. Dan itu disebut bukan yang pertama kali,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Arief menjelaskan, insiden terakhir terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, saat FT kembali kehilangan uang Rp75 ribu. Ia menyebut kondisi kesehatan yang kurang optimal serta tekanan psikologis diduga menjadi pemicu sehingga yang bersangkutan bertindak di luar batas.

Baca juga:
SDN Pecoro 02 Jember Disegel Ahli Waris, Pemkab Pastikan Siswa Tetap Sekolah

“Yang terakhir kehilangan Rp75 ribu pada Jumat itu, sehingga yang bersangkutan over reaktif. Mungkin ada persoalan pribadi dan kondisi kesehatan yang kurang baik,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan Jember telah mendatangi sekolah untuk meredam situasi dan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan kondusif. Pihaknya juga menggelar pertemuan dengan wali murid guna mencari solusi terbaik agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Kami berembuk dengan wali murid agar ada jalan keluar terbaik. Prinsipnya, kegiatan belajar mengajar tidak boleh terganggu,” tegas Arief.

Baca juga:
Kejahatan Online Meningkat, Indosat Hadirkan IM3 SATSPAM+

Sementara itu, sejumlah wali murid meminta agar oknum guru tersebut dipindahkan karena dikhawatirkan menimbulkan trauma bagi siswa lainnya.

Dinas Pendidikan Jember juga menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan pendampingan dan trauma healing bagi para siswa terdampak.