Pixel Code jatimnow.com

BEM ITS Gelar Mimbar Bebas, Soroti Sejumlah Kebijakan Pemerintah

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Puluhan mahasiswa ITS mengepalkan tangan bersama orator untuk menyuarakan aspirasi terhadap isu kebijakan pemerintah dalam aksi mimbar bebas di Bundaran ITS. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)
Puluhan mahasiswa ITS mengepalkan tangan bersama orator untuk menyuarakan aspirasi terhadap isu kebijakan pemerintah dalam aksi mimbar bebas di Bundaran ITS. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka ruang aspirasi bagi mahasiswa melalui kegiatan mimbar bebas di Bundaran ITS, Jumat (19/6/2026). Forum tersebut menjadi wadah bagi Keluarga Mahasiswa (KM) ITS untuk menyampaikan pandangan terhadap berbagai isu nasional yang sedang berkembang.

Presiden BEM ITS bersyarat, Rakan Naufal Alif, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keresahan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi. Menurut dia, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal arah pembangunan bangsa melalui kajian yang berbasis data.

“Fenomena yang terjadi saat ini kami pandang sebagai krisis yang dapat berdampak pada keberlangsungan bangsa dalam jangka panjang,” ujar Rakan.

Ia menambahkan, BEM ITS akan mengumpulkan berbagai aspirasi yang muncul dalam forum tersebut untuk kemudian diolah menjadi kajian ilmiah. Hasil kajian itu diharapkan dapat menjadi masukan yang objektif dalam menyikapi berbagai persoalan publik.

“Sebagai calon teknokrat, mahasiswa harus mampu menganalisis persoalan masyarakat dengan data yang valid dan menawarkan solusi yang konkret. Langkah taktis dan objektif sedang kami siapkan dengan penuh kehati-hatian,” katanya.

Dalam forum tersebut, mahasiswa Teknik Informatika ITS, Derryell Josua Ekklesio Pandiangan, menyoroti kondisi perekonomian nasional.

Ia mengkritik efektivitas penggunaan anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya masih menimbulkan perdebatan di masyarakat.

“Program MBG dengan anggaran yang sangat besar dinilai belum menunjukkan efisiensi yang optimal di lapangan,” ujarnya.

Baca juga:
22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Derryell berpendapat anggaran yang tersedia dapat diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan skema yang lebih tepat sasaran.

Ia juga menilai peningkatan kualitas birokrasi dan kompetensi aparatur masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius.

Sorotan serupa disampaikan Raden Ayu Khadijah Fitri Dea Sari. Mahasiswi Arsitektur ITS angkatan 2023 itu mengaitkan sejumlah persoalan nasional dengan tata kelola pemerintahan yang dinilai belum berjalan efektif.

Ia menyinggung kenaikan harga bahan bakar minyak, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah sebagai persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Baca juga:
Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Selain itu, Khadijah juga menyoroti ketimpangan pendapatan guru honorer dan dampak ekspansi industri sawit terhadap lingkungan yang disebut berkontribusi pada kerusakan hutan serta meningkatnya risiko banjir.

“Persoalan-persoalan tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam manajemen publik dan aspek keadilan sosial,” tuturnya.

Melalui mimbar bebas tersebut, BEM ITS berharap mahasiswa dapat memperkuat solidaritas serta menjaga tradisi kritis dalam mengawal berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Organisasi mahasiswa itu juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kajian dan gagasan sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap persoalan bangsa.