Pixel Code jatimnow.com

Satgas MBG Kota Probolinggo Lakukan Peninjauan ke SPPG dan Sekolah

Editor : Bramanta   Reporter : Ide Farid Nasution
Petugas membagikan MBG ke siswa di Kota Probolinggo. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Petugas membagikan MBG ke siswa di Kota Probolinggo. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Probolinggo melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah. Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan transparansi, pengawasan publik, dan jaminan kualitas gizi di daerah.

Kegiatan supervisi ini dipimpin oleh Tim Teknis yang melibatkan unsur Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Bapperida, Dinas PUPR-KP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Diskominfo.

Dalam peninjauan ini, anggota tim teknis drg. Luluk Muyassaroh menegaskan pentingnya kepatuhan SPPG terhadap instruksi Badan Gizi Nasional (BGN). Aspek utama yang dievaluasi mencakup penerapan label pada wadah makanan (ompreng), kesesuaian menu dengan gramasi usia, serta integrasi data ke dalam sistem Radar BGN.

BGN mewajibkan setiap ompreng mencantumkan label informasi resmi yang memuat tanggal produksi dan jenis menu , Kandungan gizi serta gramasi, waktu selesai pengolahan dan batas maksimal konsumsi, imbauan agar makanan dikonsumsi di tempat dan tidak dibawa pulang serta nama SPPG produsen.

"Masyarakat, orang tua, guru, maupun Pemda dapat memantau profil SPPG dan rincian nutrisi secara real-time melalui portal publik Radar MBG di tautan resmi BGN," ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SPPG Mayangan 5 di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Sukabumi. SPPG ini melayani 2.556 penerima manfaat yang terdiri dari 1.534 porsi besar dan 1.022 porsi kecil untuk sekolah serta 7 posyandu.
Pihak SPPG menyatakan keterbukaannya terhadap berbagai masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan. Evaluasi ini menyusul adanya keluhan terkait menu yang dinilai monoton.

"Harapannya, sama-sama diperbaiki supaya tidak menerima banyak laporan. Laporan ini artinya penerima manfaat masih peduli dengan menu dan program yang baik ini," terang Kabid PPM Bapperida, Eka Pujiyanti.

Baca juga:
Tabrakan Beruntun di Jalan A.A. Maramis Probolinggo, 5 Pemotor Terluka

Tim teknis melanjutkan pemantauan ke sekolah penerima manfaat. Mereka mendatangi SD Sukabumi 10. Petugas menemukan ompreng MBG telah siap dibagikan dan telah menggunakan label sesuai ketentuan BGN.

Kepada pihak sekolah, tim mengingatkan pentingnya sosialisasi transisi pola gizi dari konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna menjadi pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan. Mereka menerangkan bahwa komposisi gizi seimbang dalam ompreng sudah disesuaikan dengan standar tersebut, di mana menu MBG tidak lagi menyertakan susu.

Tim Satgas kemudian melanjutkan peninjauan ke SPPG Kanigaran 7 di Jalan Sunan Muria, yang dikelola oleh Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah. SPPG yang beroperasi sejak 13 Juli ini melayani 1.893 penerima manfaat (1.207 porsi kecil dan 637 porsi besar). SPPG ini menggunakan inovasi label berupa stiker dilengkapi QR code yang dapat dipindai untuk melihat menu harian.

Baca juga:
Kemarau Panjang, Warga Sumber Kramat Probolinggo Terima Pasokan Air Bersih

Sebagai tindak lanjut dari peninjauan ini, Tim Satgas mendorong agar siklus menu harian dapat diperpanjang dari pola 7 hari menjadi 14 hari agar lebih bervariatif dan menarik bagi anak-anak maupun penerima manfaat posyandu. BGN juga terus memperketat penertiban perizinan, di mana setiap SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta konsisten menerapkan pelabelan ompreng.

Berdasarkan data Dinkes P2KB Kota Probolinggo hingga saat ini, sebanyak 34 dari 37 SPPG yang memiliki izin pendirian telah mengantongi SLHS.