jatimnow.com
BI Kediri Beri Bantuan Bibit Kopi Arabica ke Petani di Tulungagung

Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri, Djoko Raharto, saat menanam bibit kopi arabica

jatimnow.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri memberikan bantuan ribuan bibit kopi arabika jenis komasti, kepada petani kopi di wilayah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Hasil produksi tanaman kopi di wilayah ini terkenal dengan kualitasnya. Namun jumlahnya belum terlalu banyak, sehingga belum bisa memenuhi permintaan pasar kopi nasional.

Para petani baru bisa memenuhi 10 persen saja permintaan kopi nasional.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto menilai kawasan potensi kopi di wilayah Kecamatan Sendang sangat bagus. Selain itu cuaca di wilayah ini sangat mendukung untuk lahan perkebunan kopi.

Lahan yang akan ditanami adalah lahan milik petani dan sebagian ditanam di lahan milik Perhutani.

Dengan bantuan ini, maka bibit kopi arabika di wilayah tersebut sudah tertanam lebih kurang 45 ribu pohon, 20 ribu pohon diantaranya sudah mulai berbuah.

"Hari ini kita siapkan 25 ribu bibit kopi arabica, namun secara keseluruhan nanti kita akan memberikan 100 ribu bibit," ujarnya, Kamis (08/11/2018).

Selain memberikan bantuan bibit kopi, pihak BI juga melakukan pelatihan memanfaatkan limbah padat dan cair ternak yang sudah difermentasi dengan MA 11 menjadi pupuk organik.

Pupuk tersebut nantinya akan digunakan pada lahan perkebunan kopi, sehingga hasil panen melimpah. Kopi yang ditanam ini sudah bisa panen sejak usia satu tahun.

"Selama ini petani membuang limbah padat dan cair ternak di sungai atau di kebun tanpa dilakukan fermentasi, sehingga mencemari lingkungan dan kontra produktif. Selanjutnya melalui edukasi dan pelatihan, petani berhasil dibuka mindsetnya bahwa limbah ternak apabila diolah dengan benar akan menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan," jelasnya.

Salah seorang petani kopi, Ika menuturkan, jenis kopi arabica sangat cocok ditanam di wilayah ini. Selain rasanya yang khas, harga komoditas kopi jenis ini lebih mahal dibandingkan lainnya.

Saat ini harga kopi arabica di pasaran mencapai Rp 90 ribu per kilogram. " Untuk jenis lain hanya Rp 50 ribu, arabica mempunyai keuntungan ekonomis lebih," imbuhnya.

Pemberian bantuan bibit kopi ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi para petani kopi. Selain itu hasil panen kopi juga diharapkan meningkat dan bisa memenuhi permintaan pasar.

Loading...

"Saat ini stok kami masih sangat kurang padahal permintaan pasar tinggi," pungkasnya.

 

Berita Terkait