Kisah Tim Taifib Evakuasi Korban Mobil Tercebur di Tulungagung

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Bramanta Pamungkas

Tim Taifib bersama SAR di lokasi mobil tercebur

jatimnow.com - Penemuan tiga jenazah korban terceburnya mobil Toyota Avanza di Sungai Brantas, Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, tidak terlepas dari 7 personel Satuan Taifib TNI AL.

Kehadiran tim penyelam dari Yontaifib-2 Marinir tersebut berperan besar membuat proses pencarian korban yang dilakukan selama dua hari berjalan lancar. Mobil bernopol L 1147 BF ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman mencapai 7 meter.

Kemampuan menyelam tujuh anggota tim ini, sangat membantu proses penemuan lokasi mobil dan evakuasi jenazah korban yang berada dalam mobil. Mereka mulai melakukan penyelaman sesaat setelah tiba di Tulungagung pada Senin (28/01/2019) sore.

Koordinator tim penyelam Taifib, Lettu Hairudin mengatakan ketujuh penyelam adalah Serda Mar Sahir, Kopda Mar pidi, Praka Mar Rudi Hartono, Praka Mar Chaerudin, Praka Mar Asidiki, Praka Mar Singgih dan Kopda Mar Darmawan.

"Secara bergantian, mereka menyelam untuk mencari lokasi mobil terlebih dahulu. Setiap menyelam dua personel, begitu lokasi mobil dipastikan kami tandai dengan mengikatkan tali dari perahu karet ke ban mobil," kata Lettu Hairudin, Selasa (29/01/2019).

Kemampuan menyelam tim ini semakin teruji saat jarak pandang di dalam air nol meter. Mereka tidak dapat melihat objek apapun meskipun sudah membawa senter. Keruhnya air serta derasnya arus sungai membuat tim Taifib ektra waspada dan berhati hati.

"Kami hanya bisa meraba objek saja, begitu dipastikan itu adalah mobil yang dicari kami segera susun strategi untuk evakuasi jenazah," ujarnya.

Ketiga korban adalah Fitri Nur Siyam (33), dan Siti Yuniarti (35), serta Siti Alfiah (61). Proses evakuasi jenazah juga mempunyai kesulitan tersendiri.

Jenazah pertama relatif mudah dikeluarkan karena berada di bagian tengah mobil. Tim membuka pintu samping dan langsung bisa mengevakuasi jenazah. Namun untuk jenazah ke 2 dan 3 tim harus bekerja keras. Hal ini dikarenakan posisi jenazah di bagian belakang mobil dan kondisinya sudah membengkak sehingga terjepit kursi.

Untuk jenazah kedua, tim bisa mengeluarkan setelah menariknya dari pintu samping. Sedangkan jenazah ketiga tim baru bisa mengevakuasi setelah membuka pintu bagian belakang.

"Ketiga ini lumayan sulit sehingga baru bisa dievakuasi setelah pintu belakang mobil dibuka," jelasnya.

Secara keseluruhan dibutuhkan waktu selama delapan jam, mulai dari pencarian mobil hingga proses evakuasi selesai.

"Tentunya ini bukan kerja kita saja tapi seluruh tim SAR yang bergabung dalam proses pencarian ini," pungkasnya.

Derasnya arus sungai membuat mobil terseret sejauh 200 meter dari lokasi awal kejadian.

Koordinator tim SAR, Brian Gautama menuturkan mobil ini berhasil ditemukan setelah tim penyelam dari Taifib TNI AL melakukan penyelaman di titik yang dicurigai pada proses pencarian sebelumnya.

Menurutnya, lokasi penemuan mobil naas itu merupakan wilayah pusaran air. Kondisi ini membuat tim penyelam harus ektra waspada dan berhati hati saat mengevakuasi jenazah korban.

Setelah proses evakuasi jenazah korban usai, Tim SAR masih mempunyai tanggungan lain yakni evakuasi bangkai mobil. Rencananya proses evakuasi akan dilakukan hari ini, setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga.

"Kita masih lakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk evakuasi bangkai mobil," pungkasnya.

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter