Pantau Keamanan, Kapolrestabes Surabaya Sidak UNBK SMA

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Farizal Tito

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan memantau UNBK di SMA N 5 Surabaya.

jatimnow.com - Sebagai pihak yang menjamin kondusifitas keamanan kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan selalu sigap dalam menghadapi semua situasi.

Seperti saat pelaksanaan ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA di Surabaya. Di hari pertama Senin (9/4/2018) pagi ini, Perwira berpangkat tiga melati itu melakukan sidak di SMA Negeri 5 Surabaya.

Dalam pelaksanaan sidak, Kapolres Rudi Setiawan yang datang pada pukul 10:15 wib beserta rombongannya itu, langsung disambut kepala SMA Negeri 5 Surabaya Sri Widiati.

Selang kemudian, Kapolres diajak untuk memantau kegiatan UNBK melalui ruang kontrol CCTV.

Diruang CCTV, Kombes Pol Rudi mendapatkan penjelasan dari Kepala Sekolah bahwa dalam pelaksanaan UNBK tidak ada hambatan, namun masih terkendala jumlah komputer.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan di sela-sela  sidak UNBK menuturkan, giat yang dilakukannya itu merupakan suatu upaya untuk memastikan bahwa tidak ada hambatan termasuk dalam proses keamanan maupun yang lainnya.

"Kepolisian sebagai pihak yang bertanggungjawab, jadi kami ingin mengetahui seberapa jauh keamanan yang didapatkan oleh para siswa. Apakah mereka sudah nyaman saat ujian di hari pertama ini," tutur Kombes Pol Rudi.

Saat ditanya apakah yang dilakukannya untuk mengantisipasi keamanan kunci jawaban? Pihaknya mengatakan bahwa selalu ikut memonitoring kebocoran jawaban dengan cara selalu berkoordinasi dengan para anggota polres yang bertugas di lapangan.

"Mungkin antisiapasi kunci bocor itu yang perlu diwaspadai adalah jaringannya, tapi hal itu sepertinya sudah diantisipasi langsung oleh Mabes Polri karena server pusat juga ada di Jakarta," ungkapnya.

Kapolrestabes mendapat penjelasan dari Kepala Sekolah SMA N 5 Surabaya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 5 Surabaya, Sri Widiati, S.Pd. menerangkan bahwa pengawasan UNBK disekolahnya menerapkan pengamanan silang, yakni selain mengandalkan CCTV, di dalam kelas juga terdapat dua pengawas.

"UNBK tahun ini terdapat 335 siswa, karena hanya memiliki 184 komputer yang terbagi di lima ruangan, sehingga kami menggelar UNBK dua sesi," terangnya.

Di hari pertama UNBK ini, Sri Widiati mengatakan, belum menemukan kendala yang berarti.

"Alhamdulillah tidak ada kendala, dan selain cctv kami juga melakukan pengawasan disetiap ruangan terdapat pengawas," pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter