STIE Perbanas Kenalkan Sejarah Kerajaan Majapahit Lewat Sendratari

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Farizal Tito

Pergelaran sendratari di STIE Perbanas

jatimnow.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari STIE Perbanas Surabaya ajak generasi muda mengenal sejarah bersatunya nusantara di Indonesia melalui gelaran sendratari 2019 berjudul Kidung Gayatri Rajapatni.

Berlangsung di Auditorium kampus yang berada di Jalan Nginden Semolo, Sabtu (27/4), sendratari ini disuguhkan bagi seluruh civitas akademika STIE Perbanas Surabaya dan masyarakat umum.

"Pagelaran ini adalah sebagai wadah generasi muda untuk melestarikan budaya, terutama tari tradisional. Judul Kidung Gayatri Rajapatni episode Kebesaran Kerajaan Majapahit dimainkan karena UKM Tari STIE Perbanas Surabaya ingin mengenalkan dan mengingatkan kepada generasi muda tentang sejarah bersatunya nusantara di Indonesia," kata Alif Kurnisafitri, Ketua Pelaksana Pagelaran, Minggu (28/4/2019).

Ada perbedaan dalam pagelaran sendratari yang digelar ketiga kalinya ini. Para penari melibatkan para alumni, mahasiswa lintas hingga pelatih UKM.

Dalam pagelaran tersebut menceritakan tentang kejayaan Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Gayatri Rajapatni. Kisah ini bermula dari penyerangan Kerajaan Singasari oleh Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang.

Singasari yang saat itu dipimpin oleh Kartanegara juga dapat dilumpuhkan Kediri. Pada saat itu Raden Wijaya, suami Gayatri berhasil melarikan diri dengan membawa putrinya bernama Tribhuwana, sedangkan Gayatri dibawa oleh Jayakatwang ke Kediri bukan sebagai tawanan melainkan sebagai anak.

Beberapa tahun kemudian datang pasukan Mongol di Tanah Jawa. Kedatangan pasukan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Kediri dan menyelamatkan Gayatri. Kediri berhasil ditaklukan oleh Singasari dan pasukan Mongol. Setelah itu pasukan Mongol dijebak dan dibunuh oleh pasukan Singasari.

Singkat cerita, terbentuklah Kerajaan Majapahit yang namanya tersebut berasal dari Buah Maja yang ditemukan pasukan Raden Wijaya dan memiliki rasa pahit yang luar biasa. Kerajaan Majapahit diwarisi oleh Gayatri tetapi dia lebih memilih menjadi biksuni dan tahtanya diwariskan kepada putrinya yang bernama Tribhuwana.

Tribhuwana menobatkan Gajah Mada menjadi maha patih karena berhasil mempersatukan nusantara. Gajah Mada mengikat persatuan nusantara tersebut dengan sumpah palapanya.

Sementara, pemeran Gayatri, Zahrotun Nisa merasa berkesan turut andil memerankan tokoh sejarah dan berjasa terhadap Kerajaan Majapahit. Ia mengaku melakukan persiapan kurang lebih 1,5 bulan sebelum pementasan.

"Susahnya memang waktu latihan itu sulit barengan karena kesibukan setiap penari, ada yang kerja, ujian, seminar proposal. Akhirnya, keberhasilan pagelaran ini didapt berkat usaha dan kerja sama segenap tim," katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat digelar secara rutin guna mengajak para kaum melinial tetap turut melestarikan budaya tari Indonesia.

"Harapannya, sendratari ini lebih fokus dan berkelanjutan sehingga bisa menampilkan karya-karya terbaik kembali," ujarnya.

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter